0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Di Tengah Kota Sragen Ada Hutan Tanaman Langka Lho…

timlo.net/agung widodo
Penanaman tanaman langka, Pohon Bodhi di kawasan Hutan Kota Ekowisata oleh Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Beraneka ragam jenis pohon ditanam di hutan kota, Ekowisata, komplek Technopark Ganesha Sukowati, Sragen. Kawasan dengan luas sekitar 4,8 hektar ini juga dilengkapi dengan embung dan jalan setapak yang teduh.

Tidak kurang dari 100 jenis pohon ditanam, seperti pohon Cendana, Gaharu, Salam, Kemiri Sawo Kecik dan tanaman langka lainnya. Salah satu pohon paling langka yang belum lama ini ditanam adalah pohon bodhi.

Penanaman Pohon Bodhi dilakukan bersamaan dengan tasyakuran Hutan Kota Ekowisata oleh Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman. Kawasan hutan tersebut memang ditujukan untuk wisata alam bagi pelajar dan masyarakat, yang telah lama merindukan bentuk seperti ini.

Ekowisata ini memang terletak di kawasan Kota Sragen. Tidak seperti tempat wisata alam lain seperti pemandian Air Panas Bayanan yang terletak di Kecamatan Sambirejo.

Tak heran jika pada Minggu pagi atau setiap sore, tempat ini banyak dimanfaatkan warga, terutama anak-anak remaja untuk sekadar refreshing atau berwisata edukasi bersama keluarga.

Ini tentunya sesuai dari harapan Bupati Agus, untuk menjadikan Hutan Kota Ekowisata tersebut dapat dikembangkan sebagai taman edukasi dan laboratorium alam bagi para pelajar.

“Pesan saya semua pihak diharapkan ikut merawat hutan kota ini dan terus berkarya untuk kemajuan Sragen,” katanya.

Pembangunan Hutan Kota Ekowisata ini mulai dirintis tahun 2013 silam. Pengembangan hutan ini terus dilakukan, mulai memperkaya jenis tanaman hingga dilengkapi fasilitas Tourisme Information Center (TIC).

Kasubid Pengembangan Dunia Usaha Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda), Johny Adhiaryawan, mengatakan, ke depan hutan kota ini akan terus dikembangkan. Karena keberadaan hutan kota di Bumi Sukowati sangat penting, salah satunya berfungsi sebagai paru-paru kota.

Ke depan pihaknya akan menjalin kerjasama dengan pemilik usaha. Mereka bisa menempatkan informasi usahanya di TIC, seperti kerajinan, kuliner dan bentuk usaha kecil menengah (UKM) lainnya. Sehingga para pengunjung hutan kota bisa mengenalnya dan bisa mengunjungi tempat usaha yang diinformasikan melalui TIC tersebut.

“Para pengunjung selanjutnya bisa dipandu untuk mengunjungi tempat-tempat usaha di Sragen tersebut,” ujar Johny.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge