0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pejabat Negara Bakal Dites Narkoba

timlo.net/nanang rahadian
Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan saat berbicara dihadapan warga NU di Karanganyar (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar -‪ Pemerintah bakal melaksanakan pemeriksaan narkoba secara berkala kepada pejabat negara dari pusat hingga daerah. Hal itu merupakan salah satu upaya memberikan contoh agar pemberantasan narkoba efektif dan dimulai dari atas.

”Kita akan mengarah ke sana. Sekarang semuanya sedang dipersiapkan. Kita mulai dari para pejabat negara dulu untuk tes narkoba. Sebab kita sudah benar-benar darurat narkoba. Peningkatannya sangat luar biasa. Kalau tidak dihentikan, kita akan menjadi bangsa bodoh,” kata Menkopolhukam Luhut B Panjaitan, Sabtu (5/3).

Dikatakan Luhut, saat ini 60 persen penghuni lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia, adalah tahanan narkoba. Ini data yang sangat mengenaskan. Yang lebih membahayakan lagi, 75 persen dari tahanan narkoba itu ternyata masih mengendalikan bisnis narkoba dari dalam penjara.

Mereka memiliki dana tak terhingga dari bisnis barang haram ini. Karena itu bisa menyuap sana dan sini yang memungkinkan mereka bisa melakukan bisnis narkoba meskipun sudah berada di dalam penjara.

“Ini yang perlu kita waspadai. Karena itulah ke depan seluruh tahanan narkoba akan dilakukan pengetatan. Seluruh tahanan narkoba akan dieliminasi dan diisolasi. Yang dipidana mati juga segera dilaksanakan,” jelasnya.

Di depan para warga Nahdlatul Ulama, dia tampil memberikan presentasi tentang berbagai persoalan yang dihadapi negeri ini, mulai terorisme, narkoba, sampai proses pembangunan ekonomi, infrastruktur, jalan tol, sampai dana desa.

Selain Luhut, tampil pula KH Miftahul Achyar, pimpinan Ponpes Denanyar, Jombang, Jatim yang juga Wakil Rois Syuriyah NU, yang memberikan tausiyah tentang deradikalisasi. Dia menyoroti pandangan Islam tentang perilaku kekerasan mengatasnamakan jihad dan agama.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge