0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Taman Kurang Terawat, Dewan : Bentuk Satgas Taman

dok.timlo.net/heru murdhani
Taman gantung Mayor Kusmanto (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo – Kurang terawatnya sejumlah taman kota, membuat kalangan legislatif mendesak Pemkot untuk membentuk Satuan Petugas (Satgas) Pertamanan. Ide ini muncul, setelah Komisi I DPRD bersama Lurah dan Camat se- Solo melakukan kujungan kerja ke Surabaya beberapa waktu yang lalu.

“Di sana (Surabaya – red) ada beberapa Satgas yang dibentuk, mulai Satgas sampah, Satgas taman bahkan ada Satgas kosek juga,” terang Anggota Komisi I, Wawanto, baru-baru ini.

Sejumlah taman di Kota Solo, kata Wawanto dinilai kurang terawat. Padahal, jika Pemkot berani mengangkat personel Satgas terebut dirinya yakin permasalahan taman akan teratasi. Selama ini, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo kepayahan mengurusi 169 taman di tingkat kota dan kampung lantaran hanya memiliki 160 personel. Sedangkan, di Surabaya, sebanyak 70 taman kota dirawat sekitar 500 personel satgas.

“Tiap Satgas memiliki fungsi masing-masing. Namun, terkadang juga terdapat lintas Satgas untuk mendukung kinerja Satgas lain. Seperti satgas kosek yang biasanya membersihkan trotoar jalan diperbantunkan ngurusi taman yang menjadi kewenangan Satgas taman. Maupun, sebaliknya,” jelas Wawanto.

Terkait pembiayaan Satgas, Wawanto menerangkan hal terebut dapat dikaver dengan mengurangi intensitas pembangunan taman bersumber APBD. Mayoritas taman kota di Surabaya dibangun melalui corporate social responsibilty (CSR). Perusahaan, tinggal menerjemahkan konsep taman yang disusun Pemkot.

“Dana pembangunan taman bisa dialihkan ke pengelolaan maupun perawatan taman,” kata dia.

Sementara, Kepala DKP, Hasta Gunawan, mengakui jumlah tenaganya tak cukup untuk mengelola taman yang berjumlah seratusan. Menurut Hasta, butuh sedikitnya 923 personel untuk mengkaver seluruh taman di Kota Bengawan.

“Sekarang personel yang kami miliki jauh dari ideal meski sudah memekerjakan 35 petugas tambahan dengan sistem kontrak,” kata Hasta.

Terbatasnya personel, lanjut Hasta, membuat tim di lapangan tak jarang rangkap tugas. Hal itu membuat perawatan sejumlah taman rawan terbengkalai. Di sisi lain, dia menyayangkan sebagian warga yang kurang peduli dengan kondisi taman.

“Sebenarnya masyarakat cuma menikmati taman saja, kami sudah untung. Yang merawat biar kami. Masalahnya pasti ada saja oknum yang merusak fasilitas atau keasrian taman,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge