0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Prof Kapti : Saya Heran Kenapa Masih Impor Beras

Ilustrasi (dok.timlonet/red)

Solo – Rektor Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Prof Dr. Ir. Kapti Rahayu Kuswanto menyatakan, Indonesia sebenarnya tidak pernah kekurangan pangan. Bahkan data produksi beras menunjukkan surplus.

“Kebutuhan beras di Indonesia tidak menunjukkan peningkatan tajam,” ungkap Rektor Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Prof Dr. Ir. Kapti Rahayu Kuswanto.

Saat ini ada kecenderungan terjadi perubahan pola konsumsi dari mengurangi makan nasi diganti makan yang lain.

“Ini trend masyarakat modern,” ungkapnya.

Kapti mengatakan, data memang menunjukkan produksi beras surplus, sedang sisi lain upaya diversifikasi berjalan. Artinya Indonesia tidak pernah kekurangan pangan.

“Untuk itu, saya cukup heran kenapa masih dilakukan impor beras,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan  Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Witono mengakui, produksi beras Jawa Tengah yang melimpah, bukan hanya untuk penduduk Jawa Tengah tetapi juga memenuhi kebutuhan Propinsi lain.

“Namun demikian, mengurangi ketergantungan  konsumsi beras sangat diperlukan, dengan memberdayakan umbi-umbian,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Witono mengungkapkan, cadangan pangan Jawa Tengah saat ini mencapai 22,29 ton beras dan rencana pengadaan 2016 sebanyak 300 ton Gabah kering Giling.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge