0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ingin Tahu Kejelasan Nasib, GTT/PTT Rela Berdiri

Tidak ada tempat duduk,ribuan GTT/PTT berjejalan diloby Gedung PGRI (Tarmuji)

Wonogiri – Gedung PGRI yang terletak di Kaliancar, Brumbung Selogiri berubah menjadi lautan manusia. Gedung yang hanya berkapasitas 2.000-an orang tersebut tak mampu menampung massa guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) dari pelosok Wonogiri.

Di halaman gedung sisi selatan sudah dipasang tarub, namun tidak mampu menampung para tenaga pendidikan ini. Terpaksa mereka pun berdesak-desakan di depan gedung dan musala. Padahal suasana luar gedung sedang hujan deras.

“Sama sekali sudah tidak ada tempat duduk, di lantai dua gedung ini pun sudah penuh,” ungkap anggota GTT/PTT asal Kecamatan Pracimantoro, Dwi, Sabtu (5/3).

Dengan alasan solidaritas, dirinya rela berbaur dengan rekan senasib. Kedatangannya di Gedung PGRI bersama puluhan rekannya dari Kecamatan Pracimantoro ingin mengetahui secara pasti nasib mereka. Sedang, kegiatan Sosialisasi Formulasi Status Honorer Menjadi PNS ini sendiri, rencananya akan dihadiri oleh asisten deputi staf kepresidenan.

Sementara itu, Ketua Panitia Sosialisasi sekaligus Koordinator GTT/PTT Wonogiri, Tri Asmoro mengatakan, sosisalisasi ini digelar di Gor Giri Wahana. Namun, lantaran suatu hal, acara kemudian dipindah di Gedung PGRI, Brumbung, Kaliancar, Selogiri.

“Kami mohon maaf, kalau banyak kekurangan dalam acara ini, karena rencana awal kita di Gor Giri Wahana yang mampu menampung GTT dan PTT se-Wonogiri bahkan dari luar Wonogiri,” jelasnya.

Ditambahkan, panitia pun mengaku kaget lantaran jumlah GTT/PTT yang hadir melebihi perkiran mereka. Namun demikian dirinya mengapresiasi kehadiran rekan senasib sepenanggungan.

“Data real kita tahun 2014, GTT dan PTT di Wonogiri ini ada sekitar 4.754 orang, mungkin tahun ini sudah menjadi 6.000-an,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge