0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menteri Rizal Ramli dan Sudirman Said Mau Direshuffle?

Rizal Ramli dan Sudirman Said (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Partai Hanura tak mempersoalkan bila Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Sebab, Rizal dan Sudirman kerap terlibat perseteruan soal kebijakan pemerintah.

“Kalau diperlukan untuk perkuat tim kerja dan soliditas, perlu saja mungkin itu (reshuffle),” kata Ketua Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (4/3).

Masalah reshuffle, Nurdin menegaskan, adalah sepenuhnya hak prerogatif Presiden Jokowi. Tetapi, kata dia, Presiden seyogyanya terlebih dahulu mengumpulkan informasi yang komprehensif soal kegaduhan antara Sudirman dan Rizal Ramli.

“Ini perlu dilihat, Presiden sebagai hak prerogatif dalam angkat dan berhentikan seorang menteri. Kalau ada kesalahan di tingkat pembantu presiden ambil sikap hak prerogatif,” jelas Nurdin.

Dia yakin kedua menteri tersebut dipilih Presiden Jokowi memang betul-betul orang pilihan. Kedua menteri tersebut dirasa tidak akan mau memberikan informasi yang membuat gaduh di publik.

“Tapi ada oknum-oknum terntentu buat ini jadi konsumsi publik. Tapi saya tidak melihat ini jadi konflik internal, tapi kalau terjadi presiden harus ambil tindakan mana yang salah dan yang benar. Tapi indikasi seperti itu lihat secara objektif. Pembantu Presiden harus berpikir jernih pada negara,” tandasnya.

Kontroversi di internal menteri kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terus bergulir. Belakangan perdebatan mencuat lantaran perencanaan pembangunan kilang atau Blok Masela di Maluku.

Perdebatan ini diketahui melibatkan dua menteri yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

Rizal Ramli ngotot menginginkan pengembangan Blok Masela dengan metode onshore atau pipa darat, sementara Sudirman Said menginginkan menggunakan metode offshore atau kapal terapung.

Perbedaan pendapat antara Sudirman dan Rizal Ramli tidak hanya kali ini saja. Kedua juga sempat menghebohkan publik lantaran beda pendapat soal program listrik 35 ribu megawatt. [rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge