0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Genjot Wisata Halal dengan Tabuhan Rapai

Alat musik Rapai (alhada-fisip11.web.unair.ac.id)

Timlo.net – Nangroe Aceh Darussalam terus disentuh dengan konsep wisata halal, yang sering disebut “halal destination.” Kini provinsi tersebut tengah mengincar pasar Timur Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Pahlevi mengungkapkan, pihaknya akan konsisten mengedepankan wisata halal bagi para wisawatan.

“Kami akan gelar Aceh International Rapai Festival pada bulan September 2016, mendatang. Rangkaian acara show music yang bernuansa muslem juga,” ujar Reza, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Jumat (4/3).

Reza sudah berkoordinasi dengan semua seniman di tanah air dengan berbagai jaringannya. Rapai merupakan alat musik khas Aceh seperti gendang. Banyak masyarakat Islam di Aceh menggunakan alat musik ini dalam berbagai kegiatan Islami.

“Jadi semacam rebana, tapi ini ternyata bisa mendunia juga. Sudah konfirmasi sekitar 15 negara akan confirm ikut di acara kami nanti itu,” ujar Reza.

Cara mengundang para kontestan tersebut, Reza mengoptimalkan berbagai jaringan komunitas gendang, drum, rebbana atau alat tabuh apapun yang mirip dengan fungsi dan cara kerja Rapai.

“Dan banyak sekali yang antusias, dari negara timur tengah juga ada. Kami sangat gembira karena biasanya wisatawan mancanegara kami banyaknya hanya dari Malaysia,” bebernya.

Perhelatan alat perkusi khas Aceh itu, masih kata Reza, memiliki tujuan utama adalah, mempromosikan kekayaan seni budaya Aceh, juga akan mempromosikan wisata aceh secara lebih luas.

“Geliat Pariwisata kami di Aceh juga mulai tinggi, sudah hampir 10 ribu setiap tahunnya kami kedatangan wisatawan mancanegara. Semoga kami bisa terus meningkatkan wisatawan dan menambah jumlah kunjungan ke tanah air,” ujarnya. (*)

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge