0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hanya Berbekal Senter, Markamah Berantas Jentik Nyamuk

Pemberantasan sarang Nyamuk (PSN) oleh tim DKK Sragen. (foot: Agung)

Klaten – Laskar Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Klaten, dirintis sejak 2014. Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemberantasan sarang nyamuk (PSN) aides aegypti.

“Dirintis sekitar dua tahun lalu. Awalnya dari satu RW. Karena punya kendala banyak sekali dan terlalu repot mendatangi banyak rumah, saya minta kepada RW agar ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dilibatkan,” kata Koordinator Jumantik RW 12 Dusun Gajihan, Desa Pandes, Markamah, Jumat (4/3).

Berbekal senter dan lembar formulir di tangan, Markamah bersama rekannya mendatangi rumah ke rumah untuk mengecek jentik nyamuk di tempat penampungan air. Mulai dari bak mandi, ember, gentong, dispenser, hingga tampungan air di belakang kulkas, tak pernah lepas dari sorot matanya.

“Selama ini swadaya, enggak ada fee (komisi). Bentuk perhatian dari pemerintah desa ya kita diberi senter dan rompi identitas. Itu pun karena RW kita menang saat lomba di pencanangan Gerakan Pandes Sehat pada November lalu. Yang penting saya melakukan sesuatu untuk desa saya,” kata Markamah.

Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pandes, Dewi Novitasari. Setelah terbentuknya Laskar Jumantik, kasus DBD di desanya menurun. Pasalnya, tingkat kesadaran masyarakat melakukan gerakan PSN meningkat.

“Kita tidak akan merusak mindset yang sudah bagus (swadaya). Jangan bergerak hanya karena uang atau fee, karena gerakan kita bukan profit oriented. Namun menuju Pandes Sehat bebas DBD,” ujar Dewi.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pandes Heru Purnomo menerangkan, Laskar Jumantik disiagakan hingga tingkat RT. Jika ditemukan ada jentik di rumah warga, laskar memberi edukasi dan penanda berupa stiker.

“Sejak 16 November 2015 kita mencanangkan Gerakan Pandes Sehat. Adapun alokasi anggarannya dari desa sekitar Rp 20 juta untuk promosi kesehatan. Itu meliputi penyuluhan dan lomba-lomba dari ibu hamil, remaja sehat sampai lansia. Jadi fokusnya enggak hanya PSN, namun seluruh promosi kesehatan,” terang Heru.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge