0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

IAIN Surakarta Transformasi Menuju UIN

dok.timlo.net/tyo eka
IAIN Surakarta transformasi ke UIN (dok.timlo.net/tyo eka)

Sukoharjo — Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Dr Muh Nashirudin mengemukakan, IAIN Surakarta sebagai institusi pendidikan tinggi saat ini tidak bisa menghindar lagi dari persaingan dan tantangan perubahan zaman.

“Kebutuhan masyarakat akan ilmu agama, pengetahuan dan teknologi yang semakin berubah dan kompleks itu pula yang harus dijawab oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN),” ujar Nashirudin saat bertemu wartawan, di Kampus IAIN Surakarta, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (4/3).

Nashirudin mengatakan, paradigma keilmuan yang menjadi dasar dari suatu institusi pendidikan tinggi dalam mengembangkan kapasitas keilmuannya menjadi sangat penting untuk dirumuskan dan disepakati bersama. Apalagi transformasi dari status sebagai IAIN menuju Universitas Islam Negeri (UIN) mensyaratkan adanya dasar paradigma keilmuan yang terintegrasi dan berkarakter, akan tetapi penentuan model paradigma keilmuan yang sesuai membutuhkan proses yang panjang.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Surakarta Dr Muhammad Munadi mengatakan, dalam mengembangkan paradigma keilmuan, perlu untuk menonjolkan ciri khas yang berbeda dari PTKIN yang lain dimana  banyak UIN yang mengembangkan fakultas-fakultas ilmu murni, tetapi belum ada yang membuka fakultas yang berkaitan dengan keilmuan praktis untuk mengembangkan potensi daerahnya seperti pengelolaan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan. Hal itu sangat penting mengingat bahwa Indonesia adalah negara agraris.

Sementara itu Prof Akh Muzakki, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, berpendapat bahwa untuk menuju UIN yang berkarakter kuat, paradigma keilmuan yang dikembangkan oleh IAIN Surakarta harus terlihat jelas baik itu di logo, fisik bangunan dan juga implementasinya dalam kurikulum pembelajaran.

“Untuk merealisasikan itu dibutuhkan dukungan yang penuh dari pimpinan, sidang senat dan civitas akademika yang ada di kampus ini,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge