0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Bulan, Ada 10 Kasus Pelecehan Seks di Sragen

Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen, Sugiyarsi (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Pelecehan seksual kepada anak di bawah umur dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Bumi Sukowati Sragen sangat memprihatinkan. Dalam dua bulan terakhir tahun 2016 ini saja telah terjadi 17 kasus. Padahal sepanjang tahun 2015, hanya terjadi 7 kasus.

 “Sebanyak 10 kasus merupakan kekerasan seksual anak di bawah umur. Sedang 7 kasus lainnya adalah KDRT,” kata Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen, Sugiyarsi, Jumat (4/3).

Sugiyarsi menjelaskan, dari 10 kasus pelecehan seksual di bawah umur tersebut, mayoritas terjadi pada siswi usia antara 14 hingga16 tahun. Rinciannya 7 kasus korbannya adalah siswi SMP dan 3 SMA.

Sugiyarsi mengaku, telah melakukan karantina kepada 4 korban pencabulan. Di mana dua diantaranya tengah hamil beberapa bulan. Sementara, melonjaknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, disebabkan karena minimnya perhatian orang tua kepada anak.

“Karena kesibukan pekerjaan, orang tua lebih memilih menitipkan anaknya kepada orang lain. Orang tua nyambut gawe di Jakarta, mereka hanya dikancani simbahe,” paparnya.

Sugiyarsi menambahkan, dengan tingginya kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur, pihaknya berharap kepada seluruh stakeholder dapat tergerak dan memperbaiki kondisi yang terjadi. Salah satu yang dilakukan yaitu dengan memperhatikan lingkungan sekitar.

Khusus untuk para pelaku pelecehan dan KDRT, agar segera bertaubat. Terlebih hukuman yang dijeratkan kepada pelaku sampai 17 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge