0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan: Perbaiki Manajemen UPT Rusunawa

Pembangunan Rusunawa Jurug
Rusunawa Jurug (dok.timlo.net/red)

Solo – Tingginya minat warga Solo untuk mendiami Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Pasalnya, jika Pemkot tidak menegakkan aturan maka tak menutup kemungkinan akan menimbulkan permasalahan baru.

“Kami menilai, harus ada perbaikan aturan di manajemen UPT Rusunawa. Jangan sampai nantinya berkembang di luar ketentuan yang berlaku bagi para penyewa Rusun,” terang Sekretaris Komisi II DPRD Kota Solo, Supriyanto, Jumat (4/3).

Menurutnya, aturan yang dibuat terkait penyewa Rusunawa sudah jelas. Rusunawa diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan memiliki identitas  secara administrasi melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Solo. Maka dari itu, warga yang tak memiliki identitas Solo tak dapat menempati Rusunawa.

“Kalau bukan penduduk ber-KTP Solo, kan bukan menjadi tanggung jawab Pemkot,” terang Supriyanto.

Keberadaan Rusunawa tersebut merupakan salah satu program Pemkot dalam upaya untuk menuntaskan persoalan sosial kemasyarakatan. Dengan penegakan aturan yang semakin dipertegas, Supriyanto berharap tak ada lagi polemik yang menjadi kendala keberadaan Rusunawa.

“Nanti tentunya akan ada pengembangan di tempat-tempat yang statusnya lahan milik Pemkot. Intinya harus mempertahankan aset dan menambah aset,” imbuhnya.

Disinggung terkait penambahan aset Rusunawa, Supriyanto mengaku, rencananya Pemkot akan membangun dua atau tiga blok lagi dikawasan TPA Putri Cempo. Bahkan ada peluang untuk membeli tanah penduduk yang berada di tengah-tengah kawasan guna mengakomodir kebutuhan sewa masyarakat kota Solo.

“Kalau ditambahi bisa menjadi 4 blok. Sehingga bisa menampung warga relokasi bantaran Kali Anyar. Tapi saya kira nanti akan mencukupi selama Pemkot memperhatikan legalitas penyewa,” tandasnya.

Meski begitu, pihaknya mewanti-wanti supaya tingginya minat warga terhadap Rusunawa ini tidak dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mencari keuntungan semata.

“Intinya pada penegakan peraturan. Jangan ada celah untuk orang-orang yang mencari keuntungan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge