0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bripda Taufik Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara

Sidang putusan kasus penganiayan dan pembakaran yang melibatkan anggota Polres Wonogiri, Bripda Taufik di Pengadilan Negeri Boyolali (timlo.net/nanin)

Boyolali — Bripda Taufik Ismail (23) anggota Polres Wonogiri, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Boyolali, Kamis (3/3) sore. Vonis ini dijatuhkan atas kasus penganiayaan dan pembakaran terhadap Edi Susanto (18) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dalam dakwaan kedua primer JPU,” kata Ketua Majelis Hakim PN Boyolali, Ida Ratnawati.

Selain menjatuhkan vonis terhadap Taufik, Majelis hakim juga menjatuhkan putusan terhadap lima terdakwa lainnya dengan hukuman berbeda. Terdakwa Mudakir, yang juga kakak kandung Taufik dan Eko Adi Saputro, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, Agus Renaldy dijatuhi hukuman 11 tahun penjara, Syamsul dan Adik Nur Cahyono dijatuhi hukuman 8 tahun penjara.

Bripda Taufik Ismail dan Agus Renaldy dijatuhi hukuman paling lama. Ide penganiayaan dan pembakaran berawal dari ide Bripda Taufik, sedangkan Agus Renaldy berperan menyiram bensin ke tubuh korban. Serta membakar korban. Sedangkan Mudhakir yang juga kakak Taufik Ismail, Adik Nur Cahyono serta Eko Ady Saputro dijatuhi hukuman lebih ringan. Adik hanya melakukan kekerasan, sedangkan M Mudhakir dan Eko Ady Saputro hanya berperan membeli bensin.

Keenam terdakwa terbukti melanggar Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP. Menurut Majelis Hakim, hal yang memberatkan keenam terdakwa karena perbuatannya telah main hakim sendiri hingga mengakibatkan korban tewas. Untuk Bripda Taufik, sebagai polisi mestinya mengayomi masyarakat. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa telah membantu biaya pengobatan korban selama dirawat di rumah sakit, dan meminta maaf kepada keluarga korban.

“Kami menerima dan tidak akan melakukan banding,” kata Pengacara keenam terdakwa, Alif Arifin.

Kasus penganiayaan dan pembakaran terhadap korban, Edi Susanto, terjadi di Dukuh Glagah Ombo, Blumbang, Klego, 11 September 2015 lalu. Korban dituduh telah mencuri televisi dan uang di rumah orang tua Bripda Taufik.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge