0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ambruk, Nilai Jual Padi Anjlok

timlo.net/aditya wijaya
Belasan hektar tanaman padi di persawahan Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk, yang ambruk diterjang angin (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Belasan hektar tanaman padi di Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk, roboh diterjang angin kencang dan hujan lebat, Senin (29/2) lalu. Berdasarkan pengamatan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat, sebagian besar padi yang roboh dalam masa pengisian bulir padi.

“Dari total luasan lahan 1900 hektar, ada sekitar 15 hektar sawah yang batang padinya ambruk. Masih aman,” ujar Koordinator PPL Kecamatan Trucuk, Sudarna, Kamis (3/3).

Menurut dia, padi yang ambruk kebanyakan berusia 100 hari dan sudah cukup berisi. Meski dapat dipanen, namun produksi padi tidak begitu sempurna karena dalam masa pengisian bulir padi. Selain itu jeraminya bisa membusuk lantaran terendam air.

“Karena itu untuk mengalihkan aliran air agar tak menggenangi areal persawahan, petani dapat membuat saluran air baru. Sedangkan untuk menegakkan batang padi bisa dengan sistem tapak doro,” ucap Sudarna.

Sementara, salah seorang petani setempat, Agus Dwiyanto (47) mengaku, kejadian serupa pernah terjadi pada tahun sebelumnya, tapi tidak separah tahun ini. Kendati bisa dipanen, nilai jual padi di mata penebas berkurang.

“Sebelum kejadian ada penebas yang menawar sekitar Rp 5,5 juta. Tapi setelah rubuh diterpa angin hanya ditaksir Rp 4 juta. Terpaksa nanti mau saya panen sendiri, enggak saya tebaskan,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge