0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pabrik Dibangun di Boyolali, Esemka Perlu Tentukan Segmen

timlo.net/daryono
Salah satu mobil Esemka pick up di bengkel PT SMK (timlo.net/daryono)

Solo – Pendirian pabrik mobil Esemka di Demangan, Sambi, Boyolali, menarik perhatian sejumlah kalangan yang pernah terlibat dengan proyek Esemka di Solo. Untuk dapat bersaing dengan industri otomotif yang sudah mapan, produsen Esemka perlu menentukan segmentasi pasar yang hendak dibidik.

“Harus punya segmentasi pasar yang jelas, dan kalau bisa beda dengan produk yang sudah ada. Misalnya kalau mau membidik dari user, harus direncanakan dari sekarang, mau bidik user dengan tipe apa. Misal dari sisi kemampuan daya beli atau sisi lainnya,” kata Direktur Utama Solo Techno Park (STP) Darsono kepada wartawan, Kamis (3/3).

Menurut Darsono, tidak mudah bagi Esemka untuk bersaing dengan industri otomotif yang rata-rata sudah meraksasa. Para pemain industri otomotif itu sudah lebih mapan baik dari sisi modal dan infrastruktur pendukung.

Ditanya kabar Esemka menggandeng mobil nasional Malaysia, Proton, sebagai suplier mesin, Darsono menilai hal itu tidak menjadi soal. Dalam industri, kolaborasi hingga copy paste untuk menghasilkan teknologi baru tidak menjadi soal.

Sementara, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo tidak sepakat jika Esemka menggandeng Proton. Pasalnya, sejak awal Esemka didesain sebagai mobil nasional karya anak bangsa. Selain itu, teknologi Proton juga dinilai tidak laku di negerinya sendiri.

“Kalau memang maksudnya kerjasama teknologi kenapa tidak dengan yang sudah maju. Seperti Korea, Jepang atau Taiwan. Malaysia belum terlalu bagus. Kalau memang benar dengan Proton artinya Esemka mengingkari komitmen awal dan saya sangat menyayangkannya,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge