0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2017, Penyedia Jasa Konstruksi Wonogiri Bisa Gigit Jari

dok.timlo.net/tarmuji
Bupati Wonogiri Joko Sutopo (batik merah) didampingi Wabup Edy Santoso (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Buruknya kualitas pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di Wonogiri selama ini dinilai lantaran rendahnya kesadaran para penyedia jasa konstruksi. Bahkan, kemungkinan besar tahun depan (2017), para penyedia jasa konstruksi lokal Wonogiri ini bakal gigit jari dan tergilas oleh penyedia jasa konstruksi kelas nasional ataupun propinsi.

“Di era pemerintahan kami ini, pembangunan infrastruktur kita tentukan dengan skala prioritas. Jadi kualitas kita utamakan, baik kualitas administrasi maupun kualitas pelaksanaan,” ungkap Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, Kamis (3/3).

Menurut Bupati Joko Sutopo, di era kepemimpinannya saat ini masuk dalam tahap perencanaan. Ia menitikberatkan pada di lima sektor. Yakni sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan pertanian.

“Ke depan akan banyak dokumen lelang pengerjaan infrastruktur yang nilainya Rp 8 miliar hingga Rp 10 miliar,” jelasnya.

Artinya, kata Bupati, penyedia jasa konstruksi lokal harus bersiap-siap berkompetisi dengan penyedia jasa konstruksi kelas propinsi dan nasional. Pihaknya pun menegaskan, jika jasa konstruksi lokal tidak memperbaiki kualitas pengerjaan sesuai dokumen kontrak, dirinya sangat yakin mereka nyaris tidak akan memenangkan kompetisi tersebut.

“Orientasi kami mempertanggungjawabkan APBD kepada rakyat tentang kualitas suatu proyek. Manakala kompetisi itu benar-benar berjalan, dan saya meyakini kalau kualitas dari jasa kontruksi kelas nasional itu akan lebih bagus,” katanya.

Ditegaskan,bermitra dengan pemerintah seharusnya harus mempunyai komitmen,dan tentunya dari sisi kualitas pengerjaan,administrasi,perencanaan dan pelaksanaan berimbang. Diakui,selama ini, DPU selaku dinas yang berkompeten di bidangnya, kekurangan SDM dalam hal pengawasan.

Contoh, dalam setahun ada 700-an titik proyek, sedang tenaga pengawas hanya sekitar 20 orang saja. Otomatis, dari sisi pengawasan kurang dan lemah. Namun demikian jika para penyedia jasa konstruksi memiliki kesadaran, kata Bupati, tanpa pengawas pun pengerjaan suatu proyek selesai dengan kualitas baik.

“Seharusnya penyedia jasa kontruksi itu memiliki kesadaran tinggi, kan sudah jelas di dalam dokumen kontrak tercantum semua, baik RAB, indeks maupun speksnya,” terangnya.

Ditambahkan, demi terwujudnya pembangunan yang berkualitas di Wonogiri, dirinya berharap adanya sinergitas segala lini. Pengerjaan proyek pembangunan dapat lebih baik.

“Tapi kebanyakan,penyakitnya. para jasa konstruksi itu “kurang akeh bathine,” maka kesalahan utama adalah pelaku jasa konstruksi, tapi bukan berarti kami ini menyalahkan, tapi mari kita benahi semua ini,” tandasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya DPU Wonogiri telah mengajukan usulan DAK 2016 ada pembangunan infrastruktur jalan sebanyak 27 titik, namun demikian Bupati Wonogiri Joko Sutopo memangkasnya menjadi 13 titik. Dengan dalih pembangunan satu ruas jalan terselesaikan tidak terputus-putus dan dari segi kualitas pun baik.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge