0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petinggi Facebook Dipenjara di Brazil, Apa Alasannya?

Aplikasi WhatsApp. (Dok:Timlo.net/ Apple Insider)

Timlo.net—Seeorang petinggi Facebook dipenjara di Brazil. Selasa minggu ini, Diego Dzodan, vice president Facebook untuk Amerika Latin ditahan polisi. Alasannya karena Facebook tidak bersedia menyerahkan informasi terkait akun WhatsApp yang terkait dengan penyelidikan perdagangan obat terlarang. Facebook beralasan jika mereka tidak menyimpan pesan-pesan WhatsApp di server mereka sehingga mereka tidak bisa memberikan informasi apapun.

Hal ini membuat pihak berwenang Brazil memenjarakan Dzodan dengan alasan menghalangi penegakan hukum. Tapi Rabu (2/3), seorang hakim memerintahkan dia dilepaskan dan menyebut penahanannya tidak sesuai prosedur hukum.

“Bagi saya sepertinya penahanan ini terburu-buru,” kata Hakim Ruy Pinheiro, menambahkan jika Dzodan tidak bisa ditahan karena dia tidak di bawah investigasi kriminal.

Kasus ini merupakan kasus terbaru yang menunjukkan konflik antara Silicon Valley dengan penegak hukum terkait data pengguna. Di satu sisi, para pelaku industri teknologi percaya mereka memiliki tugas untuk menjaga privasi para penggunanya. Di sisi lain, para penegak hukum berkata mereka perlu mengakses data pengguna untuk alasan keamanan nasional dan melawan kejahatan.

Apple terlibat masalah hukum serupa di Amerika Serikat (AS). Mereka bertarung melawan FBI untuk data dari iPhone yang digunakan oleh seorang teroris kasus penembakan di San Bernardino, California, yang menelan 14 korban jiwa.

Rabu, Facebook mencela penahanan yang terjadi pada Dzodan. “Penahanan Diego adalah sebuah tindakan yang ekstrim dan tidak berimbang dan kami senang untuk melihat pengadilan mengeluarkan perintah untuk melepaskannya,” kata seorang juru bicara Facebook.

“Menahan orang yang tidak berhubungan dengan investigasi penegakan hukum yang tertunda adalah tindakan yang tidak terduga dan kami kuatir dengan efeknya untuk warga Brazil dan inovasi di negara itu,” tambah juru bicara itu.

Sumber: CNET.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge