0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Passion of Ethnic, Bawa Kain Lurik ke Kancah Internasional

timlo.net/heru murdhani
Passion of Ethnic yang digelar di Grand Atrium Solo Paragon Mall (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Resah dengan kain tradisional jenis lurik saat ini sudah begitu asing di masyarakat, desainer muda Solo, Indrias Sentir menggelar rancangan terbarunya yang berbahan dasar lurik kuno. Peragaan busana yang digelar di Grand Atrium Solo Paragon Mall ini mengusung tema ’Passion of Ethnic’.

“Intinya adalah untuk mengemukakan kembali kain lurik sebagai salah satu kekayaan kain etnik, kepada masyarakat Indonesia. Serta membawa kain tradisional ini untuk tampil di kancah internasional,” tutur Indrias disela pagelaran busananya, Rabu (2/3) malam.

Meski terbilang baru, berkat keseriusannya dalam menggali warisan budaya, membuat brand besutannya yakni Senthir Ethnic Fashion, kain lurik mulai banyak dilirik dan cukup berkibar di Tanah Air. Hal ini juga tak lepas dari hasil kerja keras dan tangan dingin seorang Indrias dalam memadukan spirit tradisional dengan konsep fashion masa kini.

“Saya jatuh cinta terhadap lurik sekitar dua tahun lalu, kemudian mulai fokus dalam pembuatan busana berbahan kain ini,” paparnya.

Motif-motif lurik lawas seperti Yuyu Sekandang, Tumbar Pecah, Dom Nelusup, Bribil, Kelir dan beberapa motif kuno lainnya kembali diangkat, ditampilkan dalam sebuah koleksi busana etnik modern. Dengan demikian, lurik tidak terkesan kuno, melainkan menjadi sesuatu yang cantik, elegan, serta bernilai jual tinggi.

Wanita kelahiran 30 Januari 1978 ini mengakui masih banyak masyarakat belum memiliki ketertarikan dengan tenun lurik. Namun pelan tetapi pasti, wanita yang akrab disapa Indri ini mulai membangun kepercayaan pecinta dan pemerhati fashion dengan desain-desain yang up to date.

Ibu dua anak ini juga memiliki mimpi agar kain produsi alat tenun bukan mesin itu bisa melangkah ke dunia fashion internasional. Karenanya dalam karyanya kali ini Indri menyisipkan beberapa busana khas negara-negara lain, yang dibuat dengan kain lurik.

“Selain casual, kids, bridal, dalam karya kali ini saya juga menyisipkan busana khas dari Mongolia, India, dan lainnya. Saya bermimpi kain ini bisa dikenal lebih luas di dunia internasional,” katanya.

Untuk semakin memperkental nuansa etnik, Fashion Show ’Passion of Ethnic’ ini selain menampilkan berbagai rancangan busana juga di isi dengan pameran foto etnik, pertunjukan tari tradisional, dan pencak silat.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge