0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bukit Retak, Warga Waspada

Tanah retak di Dusun Guyon, Tawangmangu (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Retakan tanah di Bukit Tengklik yang berpotensi longsor semakin mengkhawatirkan. Warga Dusun Banjar Buntung, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan yang berada di bawahnya harus ekstra waspada, setiap kali musim hujan datang.

“Panjang retakan tanah itu mencapai 200 meter, retakan muncul, setelah terjadi peristiwa tanah longsor pada 2011 lalu,” kata Suradi, warga Dusun Banjar Buntung, Rabu (2/1).

Dahulu lebar retakan mencapai 60 cm lebarnya hingga badan orang dewasa bisa masuk. Mengetahui jika retakan itu berpotensi menyebabkan longsor, warga kemudian bekerja bakti menutupnya dengan timbunan tanah.

“Sengaja ditutup, agar jika hujan turun, airnya tidak masuk ke retakan tanah itu. Sekarang memang rapat, tapi warga tetap waspada jika hujan turun,” tuturnya.

Meski sudah rapat, namun tidak menutup kemungkinan, retakan terbuka lagi jika intensitas hujan tinggi. Apalagi beberapa hari lalu, terjadi longsor di dusun tersebut meski skalanya kecil.

Camat Karangpandan Aji Pratama Heru K mengatakan, sosialisasi antisipasi bencana sudah disampaikan kepada warga, agar mereka waspada jika bencana alam sewaktu-waktu terjadi.

“Warga selalu siaga dan memperhatikan tanda-tanda di lingkungan. Jika ada pohon miring, banyak kerikil jatuh dari bukit, saluran air menyusut, itu artinya ada gejala longsor. Jika terjadi hujan, mereka mengungsi ke tempat aman,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge