0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DBD Lagi, Satu Nyawa Melayang

Bupati Wonogiri Joko Sutopo bersih-bersih selokan (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Demam berdarah dengue (DBD) kembali memakan korban. Kali ini seorang bocah SD di Kecamatan Pracimantoro meninggal dunia, setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Yogjakarta.

“Dia meninggal Senin (29/1) kemarin di rumah sakit,” ungkap Kepala Desa Sambiroto, Katmo, Rabu (2/3).

Menurutnya, korban DB tersebut adalah Wahyu Puji Lestari (12), warga Jetak RT 01/RW 07 Desa Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro. Korban sudah mulai mengalami tanda-tanda DBD, seperti panas tubuh tinggi, pusing dan muntah sejak Rabu (24/2) sore.

“Sempat dibawa ke dokter setempat, namun tanda-tanda kesembuhan pun tidak tampak. Malahan kondisi Wahyu mengalami penurunan, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Maguan Husada, Pracimantoro,” katanya.

Dikatakan, kemudian pada Sabtu (27/2), korban dibawa lagi ke rumah sakit tersebut dan menjalani rawat inap. Selanjutnya pada Minggu (28/2) malam dirujuk ke Rumah Sakit Bethesda Yogja. Dan pada Senin, korban meninggal dunia.

“Tadi juga ada warga yang juga terjangkit DB, tapi langsung dibawa ke rumah sakit di Solo. Kebetulan, rumahnya juga tidak jauh dari rumah Wahyu,”terangnya.

Ditambahkan, wabah DBD ini marak terjadi sejak tahun lalu. Bahkan di Dusun Suruhan Desa Sambiroto sudah ada satu nyawa melayang akibat DBD.

“Menurut informasi yang kami terima, Kamis(3/3) besok wilayah sekitar dusun ini akan difogging,” tambahnya.

Sementara itu, dari informasi yang berhasil diperoleh, diketahui bahwa DBD di Wonogiri telah merenggut dua nyawa di awal 2016 ini. Yakni satu warga Kecamatan Baturetno kemudian satu warga Kecamatan Pracimantoro.

 

Bupati Wonogiri Joko Sutopo bersih-bersih selokan, di wilayah endemis DBD Kelurahan Wonokarto, belum lama ini.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge