0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah DBD, Sekda Boyolali Keluarkan SE PSN

Fogging, pengasapan kasus demam berdarah (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pemkab Boyolali terus melakukan upaya untuk menekan serangan demam berdarah dengue (DBD). Salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran untuk seluruh SKPD di Setda Boyolali agar melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Tujuan kami, PNS di Boyolali ikut menyosialisasikan gerakan PSN di lingkungan masyarakat,” kata Setda Boyolali, Sri Ardiningsih, Rabu (2/3).

Sejumlah kegiatan PSN, lanjut dia, yakni dengan mengaktifkan kembali Gerakan Jumat bersih di seluruh lingkungan sekolah, perkantoran, kelurahan maupun desa, hingga ke tingkat RT dan RW.

“PSN inilah yang paling efektif mencegah serangan demam berdarah,” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat serangan DBD di Boyoalli bertambah satu. Korban, Gendis, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota. Korban meninggal setelah mengalami dengue shock syndrome (DSS) akhir Februari kemarin. Meski sempat dirawat di sejumlah rumah sakit, korban akhirnya meninggal dunia.

“Jumlah korban meninggal sudah enam orang korban yang tidak tertolong karena kondisinya sudah parah saat dibawa ke rumah sakit,”ungkap Kabid Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Boyolali, Ahmad Muzayyin.

Jumlah penderita DBB hingga akhir 25 Februari kemarin mencapai 232 kasus, 14 di antaranya DSS. Serangan DBD paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Ampel, yang mencapai 34 kasus. Selain itu, dari 19 kecamatan di Boyolali, hanya tiga kecamatan yang terbebas dari serangan DBD, yakni Kecamatan Selo, Wonosegoro dan Juwangi.

“Kita juga lakukan fogging untuk wilayah yang terdapat penderita DBD,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge