0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jl Radjiman Mau Dijadikan Satu Arah, Pedagang Pasar Kabangan Ngeluh

Jalan Dr Radjiman, depan Pasar Kabangan, Laweyan, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Radjiman Solo dikhawatirkan oleh sejumlah pedagang Pasar Kabangan, Laweyan. Menurut mereka, pemberlakuan jalan satu arah yang dijadwalkan pada bulan Maret ini akan mengurangi omset pendapatan.

“Pastinya, dengan pemberlakuan jalan searah di Jalan Radjiman akan mengurangi pendapatan kami,” terang Ketua Pedagang Paguyuban Pasar Kabangan, Sunarto, Rabu (2/3).

Pria yang sudah puluhan tahun menempati kios di Pasar Kabangan ini mengaku, sebagian besar pelanggan pasar yang menyediakan perabot rumah tangga ini berasar dari Kawasan Klaten, Boyolali maupun Sukoharjo sebelah barat. Jika akses jalan dialihkan hanya ke arah barat, maka para pelanggan tetap akan berputar lebih jauh. Disatu sisi, suplai barang dagangan mereka juga kebanyakan datang dari kawasan barat Kota Solo dengan melalui Jalan Radjiman.

“Kalau di sini (Jalan Dr Radjiman —Red) dibuat satu arah ke barat, maka pesanan dan pelanggan kami yang datang dari sisi barat bagaimana, apa harus melawan arus?” tandas Sunarto.

Senada, pedagang Pasar Kabangan yang lain, Budianto (38) juga mengaku resah dengan adanya kebijakan SSA yang akan diberlakukan. Perubahan sistem arus lalu lintas tersebut juga menjadi pembicaraan bagi kalangan pedagang pasar.

“Kalau ditanya khawatir, tentunya khawatir lah berdampak pada pendapatan. Namun, kami lihat dulu  perkembangannya. Jika sangat signifikan, kami mungkin bisa demo,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, Yosca Herman Sudrajat mengatakan, selain Jalan Radjiman, dua ruas jalan yang lain yakni Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Agus Salim juga akan dibuat satu arah. Pertimbangan ini didasarkan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, termasuk kecelakaan yang mengakibatkan korban tewas di jalan raya.

“Idealnya, satu ruas jalan mencapai enam sampai tujuh meter. Tapi di tiga jalan tersebut sudah sangat sempit terlebih dilalui kendaraan berat. Untuk mengantisipasi kecelakaan, maka diterapkan jalan satu arah tersebut,” jelas Herman.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge