0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

15 Tahun Hanya Bangun 1 Pasar, Bupati Jekek Prihatin

dok.timlo.net/tarmuji
Bupati Wonogiri Joko Sutopo (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Jajaran Pemkab Wonogiri akan melakukan studi banding ke Sukoharjo menyusul keberhasilan kabupaten tetangga tersebut dalam pembangunan pasar tradisional atau pasar kecamatan.

“Rencana ini untuk merealisasi visi-misi membangkitkan keberadaan pasar tradisional dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Wonogiri tahun 2016,” ungkap Bupati Wonogiri Joko “Jekek” Sutopo  usai memberikan pengarahan kepada jajaran SKPD menyusul penyusunan RPJMD tahun 2016 di ruang Kahyangan Pemkab Wonogiri, Selasa (1/3).

Menurutnya,selain membangun pasar, juga akan memprioritaskan penanganan sektor infrastruktur, sarana prasaran kesehatan dan pendidikan yang masih tertinggal.

“Kajian atau studi banding itu tidak harus pergi jauh-jauh, yang terpenting bagaimana kita bisa memindahkan keberhasilan daerah lain ke daerah kita,” katanya.

Dikatakan, dirinya sangat prihatin mengapa dalam 15 tahun terakhir ini Pemkab Wonogiri hanya mampu membangun kembali (revitalisasi) satu pasar saja yakni Pasar Kota Wonogiri. Sementara, sekitar 80 persen pasar dari total sebanyak 26 unit pasar tradisional di daerah Wonogiri dalam kondisi rusak parah.

“RPJMD 2016 fokus akan merevitalisasi sedikitnya 4 pasar kecamatan yaitu Baturetno, Purwantoro, Jatisrono dan Pasar Pracimantoro dengan anggaran Pemkab dan bantuan pusat sekitar Rp 240 miliar,” terangnya.

Bupati Jekek juga memberikan penekanan dalam pembahasan RPJMD 2016 ini, yakni minimnya sarana dan prasarana bidang kesehatan, pertanian maupun pendidikan di daerah Wonogiri. Seperti di sektor pertanian, banyak mendapat keluh kesah dari banyak petani yang menyebutkan pupuk langka atau mahal saat dibutuhkan, petani perlu Alsintan serta pestisida untuk memberantas hama.

“Maka teman-teman kepala SKPD tadi saya minta untuk selalu koordinasi dan kerjasama lintas dinas atau instansi untuk bisa menjawab kebutuhan pokok masyarakat di bawah yang mayoritas petani dan warga kurang mampu,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge