0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Kehakiman Nasional, BEM FH UNS Aksi di Pengadilan

Mahasiswa gelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo —┬áMemperingati Hari Kehakiman Nasional yang jatuh pada Selasa (1/3), puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UNS, menggelar aksi unjukrasa, di depan Pengadilan Negeri (PN) Solo. Dalam aksinya, mahasiswa membawa dua poin penting yakni menegakkan sifat kehakiman yang independen, serta menjunjung tinggi prinsip kode etik kehakiman.

“Hakim merupakan simbol keadilan bagi suatu negara. Seorang hakim memiliki peran penting dan vital bagi penyelenggaraan dalam penyelenggaraan kehidupan, dan penentu dalam proses peradilan. Karenanya seorang hakim harus menjunjung tinggi dan berpegang pada pedoman 10 prinsip kode etik kehakiman,” ungkap koordinator aksi, Muhammad Poldung Dalimonte.

Menurutnya, saat ini kondisi kehakiman sedang dalam keadaan bimbang. Integritas seorang hakim diragukan, dan jauh dari sifat independen. Banyak contoh kasus dimana oknum hakim melakukan pelanggaran kode etik dan tidak profesional serta proporsional dalam menjalankan tugasnya.

“Contohnya adalah salah satu pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh hakim Pengadialan Negeri Palembang dalam pengambilan putusan pembakaran hutan di Riau dan daerah Sumatera Selatan. Hal seperti ini jangan sampai terulang lagi dimanapun di seluruh Indonesia,” paparnya.

Sambil membawa spanduk bertuliskan “Viva Justicia” dan bendera BEM, para mahasiswa melakukan orasi secara bergantian. Aksi ini berlangsung selama kurang lebih dua jam, dan mendapat pengawalan pihak kepolisian.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge