0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cuaca Ekstrim Hingga Maret, BPBD Siagakan Personel

Kepala Harian BPBD Solo Gatot Sutanto menunjukkan sejumlah pakaian tahan api (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Cuaca ekstrim di Kota Solo diperkirakan masih akan terus melanda hingga pertengahan Bulan Maret mendatang. Tidak menutup kemungkinan, bencana banjir dan angin kencang yang berakibat pada pohon tumbang masih akan terus mengintai.

“Kami terus menyiagakan personel untuk mengantisipasi bencana yang terjadi. Kemungkinan, sampai pertengahan Maret akan seperti ini terus,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Gatot Sutanto, saat dihubungi Timlo.net, Senin (29/2).

Tak hanya BPBD, kata Gatot, seluruh dinas terkait juga diminta untuk siap sedia jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Ia mencontohkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mesti memiliki data konkrit terkait jumlah pohon di Solo yang rawan roboh. Data tersebut dapat dikoordinasikan dengan BPBD untuk antisipasi jika terjadi angin kencang seperti beberapa hari lalu.

“Pohon tumbang ini terus kita pantau,” katanya.

Contoh kecil tersebut juga berlaku bagi seluruh jajaran dinas. BPBD sendiri beberapa hari ke depan akan melakukan aksi bersama dengan sejumlah instansi dalam kegiatan antara lain memperbaiki tanggul serta susur sungai di beberapa wilayah. Intensitas koordinasi tengah ditingkatkan.

Koordinasi pun dihimpun bersama Linmas kelurahan, relawan, PMI, SAR serta BPBD lintas daerah. Saat kondisi curah hujan relatif tinggi seluruh posko yang tersebar di beberapa titik berkoordinasi setiap pukul 06.00 WIB, 15.00 WIB, 18.00 WIB dan 21.00 WIB. Empat titik waktu tersebut menjadi saat-saat rawan khususnya bencana banjir.

“Tapi kalau hujan lebat dan cuaca ekstrim seperti kemarin kita koordinasi satu jam sekali,” kata Gatot.

Sementara itu Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa meminta seluruh muspida untuk menyiapkan jajarannya dalam menghadapi bencana. Pemkot menurutnya sudah bekerja maksimal dengan dibantu oleh aparat dan badan yang menanganinya.

“Semua perlu waspada, tidak hanya BPBD. Bahkan masyarakat pun harus waspada,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge