0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solusi Kemacetan yang Ditawarkan Pemkot Dinilai Sia-sia

dok.timlo.net
Honda Hendarto, (dok.timlo.net)

Solo – Pengkajian ulang jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Solo guna mengurai kemacetan di jalanan Kota Solo dinilai kalangan legislatif akan sia-sia. Pasalnya, perbandingan antara jumlah kendaraan di Kota Bengawan telah melewati batas jika dibandingkan lebar jalan yang dimiliki.

“Perbandingannya terlalu jauh. Sekarang apakah sudah ada penambahan jalan? Yang ada kendaraan semakin bertambah,” kata Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, Senin (29/2).

Menurut Politisi Fraksi PDI-P tersebut, tiap tahun jumlah kendaraan bermotor makin tinggi. Namun, tidak disertai dengan penambahan bahu jalan untuk menampung jumlah kendaraan tersebut. Di satu sisi, strategi pengadaan transportasi massal juga dinilai lambat untuk membangkitkan animo masyarakat beralih ke moda transportasi massal.

“Bayangkan saja, kalau warga masih disuruh jalan dari gang rumah mereka ke jalan yang dilalui moda transportasi massal, pastinya, mereka lebih memilih untuk membawa kendaraan sendiri,” tandas Honda.

Masalah kepadatan lalu lintas, lanjut Honda, banyak menimpa negara-negara berkembang khususnya di Asia. Jika di negara maju, mereka menyiasati dengan pembangunan alternatif jalan lain lantaran memiliki dukungan dana yang cukup. Namun, di negara berkembang seperti Indonesia dan khususnya di Kota Solo, pemerintah harus memiliki cara cukup jitu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Pemkot harus segera menemukan cara jitu mengatasi kemacetan yang terjadi,” jelas Honda.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Surakarta Budi Prasetyo mengatakan akan melakukan komunikasi terhadap pemkot terkait kebijakan tersebut. Selain melihat substansi regulasi yang akan diterapkan, ia juga ingin melihat keefektifan program tersebut.

“Perlu dilihat dulu efektiitasnya. Kalau mau maju atau mundur sepertinya tak ada bedanya. Walau berangkat jam 07.00 tapi pelayanan tetap buka jam 08.00,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge