0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mantan Narapidana Boleh Ikut Pilkades

Pilkades serentak dengan sistim e-voting bakal digelar di 15 desa, Juli mendatang (timlo.net/nanin)

Boyolali — Bulan Juli mendatang, Pemkab Boyolali bakal mengelar pilkades e-voting serempak di 15 desa. Menariknya, mantan narapidana diperbolehkan mencalonkan diri sebagai kades.

”Tapi dengan syarat, lima tahun setelah menjalani pidana baru boleh mendaftar itupun harus disertai dengan surat keterangan,” kata Kabag Pemdes Setda Boyolali, Arief Wardianta, Senin (29/2).

Pada aturan sebelumnya, lanjutnya, mantan narapidana boleh mendaftar jika vonis hukumannya kurang dari lima tahun. Untuk tahun ini, aturan tersebut telah dirubah.

Sementara, rencana pilkades yang bakal digelar dengan sistem elektronik voting (e-voting), pihaknya masih terus melakukan pengkajian untuk kesiapan pelaksanaan. Mengingat, pilkades evoting membutuhkan anggaran yang besar. Diantaranya perlengkapan saran prasrana yang harganya mencapai Rp 16 juta perset.

“Kita hanya bisa menganggarkan untuk 30 set, satu desa butuh lima set perlengkapan, kemungkinan nanti tidak semua desa bisa mengelar pilkades evoting,” tambahnya.

Salah satu cara yang mudah dengan menyewa alat, namun hal ini masih berkoordinasi dengan koordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Nanti minimal calon kades dua orang atau maksimal lima orang, tidak boleh ada calon tunggal,” tandas Arif.

Sedangkan desa yang akan melangsungkan pilkades antara lain Desa Temon, Kecamatan Simo, Desa Manggis, dan Jurug, Kecamatan Mojosongo; Desa Kedungrejo, Kecamatan Kemusu; Desa Kopen, Kecamatan Teras; Desa Cepogo dan Kembang Kuning, Kecamatan Cepogo; Desa Tarubatang, Kecamatan Selo; Desa Glintang, Kecamatan Sambi; dan Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge