0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hasil Rotan Melimpah, Pemerintah Jangan Buka Keran Impor

Ketua Amkri Soloraya, Rining Nur Farida (kanan) didampingi Ketua Bidang Produksi dan Sumber Daya Manusia (SDM) AMKRI Soloraya, Irawan Mintorogo saat menyampaikan materi kepada wartawan. (foto: Setyo)

Solo – Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Amkri) Soloraya mendorong pemerintah segera membuat kebijakan untuk menampung hasil rotan dalam negeri. Pasalnya produksi rotan dari petani berlimpah, sementara penyerapan dari industri relatif minim.

“Kebijakan itu bisa membuat semacam badan penyangga atau bulog. Sehingga hasil rotan dari petani yang berlimpah bisa terserap tanpa harus membuka keran ekspor,” ujar Ketua Amkri Soloraya, Rining Nur Farida kepada wartawan, di sela acara Rakerda Amkri Soloraya di Syariah Hotel Solo, Senin (29/2).

Karena menurutnya, jika pemerintah sampai membuka keran ekspor bahan baku rotan, akan sangat merugikan perajin dalam negeri. Mengingat produk rotan dari Tiongkok dan Vietnam lebih kompetitif.

“Hasil dari bahasan soal rotan ini, rencananya akan kita bawa ke Rakernas Amkri, agar bisa disampaikan ke pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah bisa mendorong semua instansi untuk cinta produk Indonesia. Terutama produk mebel rotan. Karena jika produk rotan dapat terserap 20 persen dari pemerintah, tentu sangat bagus untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Senada juga disampaikan Ketua Bidang Produksi dan Sumber Daya Manusia (SDM) AMKRI Soloraya, Irawan Mintorogo. Menurutnya, pemerintah harus bisa mengambil bagian dalam upaya peningkatan produksi rotan dalam negeri.

“Karena jika kondisi ini dibiarkan, terlebih membuka kran ekspor tentu dampaknya akan buruk kepada produsen lokal, multiple effect.” tandasnya.

Editor : Eddie Mutaqin

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge