0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Audisi Model di Aceh Dibubarkan Walikota

Peragaan busana tak berhijab dibubarkan (merdeka.com)

Timlo.net — Acara peragaan busana ‘Audisi Model Hunt Indonesia’ diselenggarakan di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (28/2), dibubarkan. Hal itu dilakukan karena gelaran dianggap telah melanggar syariat Islam.

Pembubaran ini dipimpin langsung oleh Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dibantu Polisi Syariat. Saat dibubarkan, gelaran ini sedang berlangsung dan peserta sebanyak 95 orang sedang tampil di panggung.

Ada juga puluhan peserta audisi menggunakan jilbab dan berpakaian muslimah. Mereka datang dari berbagai kabupaten/kota. Ada yang datang bersama orangtuanya, lainnya melalui agensi ikut audisi nasional ini. Hanya saja, beberapa peserta tidak menggunakan jilbab. Bahkan ada peserta hanya menggunakan baju minim saat tampil pada acara ini.

Illiza mengatakan, pembubaran ini karena dilakukan karena di antara peserta ada yang melanggar syariat Islam, yaitu tidak menggunakan jilbab dan berpakaian minim. Ini tentunya tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam diterapkan di Kota Banda Aceh.

“Saya dapat laporan ada fashion show yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Makanya saya langsung bergerak dan membubarkan acara ini. Saya tidak permasalahkan yang gunakan jilbab, silakan berkarya,” kata Illiza usai membubarkan Audisi Model Hunt Indonesia.

Menurut Illiza, selain berpakaian tidak Islami, beberapa peserta Audisi Model Hunt Indonesia ini tidak mengantongi ijin penyelenggaraan dari pihak kepolisian dan Pemerintah Kota Banda Aceh. Sehingga acara-acara seperti itu patut dicurigai. Apa lagi saat ini mereka mewaspadai fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

“Cara berpakaian laki-laki juga mencurigakan, makanya kita hentikan dulu,” ujar Illiza.

Ketua Panitia Audisi Model Hunt Indonesia, Panda Pohan Siahaan mengatakan, pada saat pertemuan teknis, semua peserta menggunakan jilbab. Namun, pada saat acara ada yang tidak berhijab.

“Kemarin semua gunakan jilbab. Kita tidak sarankan peserta untuk tidak berhijab,” kata Panda.

Kendati demikian, Panda mengaku tidak bisa mendiskualifikasi mereka sebelum even ini berakhir. Namun, itu adalah kewenangan dari dewan juri.

Panda juga berjanji akan mengembalikan semua biaya pendaftaran dari peserta, yakni Rp 200 ribu per orang. Peserta yang mendaftar melalui agensi bisa mengambil uang pendaftaran melalui mereka masing-masing.

“Yang mendaftar per orang silakan hubungi kami, lewat agensi bisa ambil uang dari mereka masing-masing,” ucap Panda.

Semua peserta audisi yang tidak menggunakan jilbab langsung dibawa ke Balai Kota untuk proses pemeriksaan. Agensi, ketua panitia, dan pihak-pihak terkait lainnya juga diboyong.

Operasional Manager Grand Nanggroe, M Hartanto Budiman mengaku tidak mengetahuinya. Pihaknya hanya menyewakan tempat saja.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge