0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peduli Moral Generasi Muda Dengan Razia Tempat Mesum

timlo.net/tarmuji
Jalan Glonggong, tempat dijadikan ajang mesum kawula muda (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri —  Tindakan yang dilakukan pemuda asal Desa Tegiri Kecamatan Batuwarno ini pantas diapresiasi. Meski harus menempuh jarak puluhan kilometer dari rumahnya, menembus dinginnya malam. Mereka nekat mendatangi tempat-tempat yang disinyalir menjadi ajang esek-esek para anak baru gede (ABG) di Kecamatan Baturetno dan Giriwoyo.

Budi pria kelahiran Kecamatan Batuwarno ini bersama satu rekannya, dengan menggunakan sepeda motornya, mereka menyisir sudut-sudut Kecamatan Baturetno dan Giriwoyo. Awal mulanya, kegiatan sweping ini hanyalah iseng-iseng. Namun dengan maraknya kasus asusila yang terjadi belakangan ini, kegiatan sweping tersebut  menjadi bagian hidupnya. Terlebih lagi, ketika melihat pelaku-pelaku mesum tersebut kebanyakan anak-anak usia sekolah, membuat rasa keprihatinannya terpanggil.

Salah satu lokasi yang menjadi sasarannya, yakni didaerah Glonggong, Kecamatan Giriwoyo tepatnya di bawah tugu peringatan Kodam IV Diponegoro atau jalan lama. Kemudian, di utara Hotel Candrakirana Giriwoyo, dekat bekas bangunan pabrik batu gamping(tobong gamping). Di tempat itu juga merupakan jalan lama yang sudah takterpakai. Lokasi-lokasi tersebut berada pada jalur penghubung antara Wonogiri dan Pacitan(Jatim).

Jalan antar propinsi tersebut disaat malam hari sering sepi, kendaraan yang melintas pun dapat dihitung. Terlebih lagi diatas pukul 21.00 WIB, selain berkelok-kelok, dikanan kiri jalan hanya ada tebing dan kebun jati.

“Kalau dihitung mas, sudah puluhan pasang yang saya tangkap basah. Mereka kemudian saya serahkan ke Mapolsek Giriwoyo, biar diambil kedua orang tuanya,” ungkap dia.

Sepanjang jalur antar propinsi tersebut, disaat malam hari sangat sepi. Kondisi inilah dimanfaatkan para pelaku mesum.

“Setelah mereka masuk jalan lama, kita tunggu dulu, karena kondisi gelap, kita butuh perkiraan. Setelah mereka bertelanjang bulat, dan melakukan hubungan badan, barulah kedua insan mesum itu kita tangkap,” ujarnya.

Suatu ketika, lantaran geram melihat ulah para pemuda itu, dilokasi pelataran Tugu Kodam IV Diponegoro itu, pernah dibaluri dengan tempe busuk. Bahkan, diberi tumbuhan sejenis kacang-kacangan yang memiliki bulu, jika mengenai kulit manusia akan berdampak seperti biduran. Masyarakat sekitar kerap menamai tumbuhan itu dengan istilah “Benguk Rawe”.

“Maksud hati kami, biar mereka itu jijik dan kapok. Tapi, setiap kali saya sweeping masih ada saja remaja yang nongkrong ditempat itu,” jelasnya.

Diceritakannya, tak hanya anak dibawah umur saja, bahkan dirinya pernah menangkap pasangan yang umurnya bukan lagi dibawah umur. Lokasi tersebut, kerap dijadikan ajang mesum disaat malam Jumat. Langkah Budi dan rekannya ini ternyata mendapat respon positif dari pihak kepolisian. Dirinya, juga sempat menangkap basah dua pemuda yang tengah berbuat mesum. Namun, saat mereka ditangkap berusaha melawan, sehingga hampir saja terjadi adu jotos. Beruntung warga sekitar dapat melerai, dan kedua remaja tersebut diamankan.

“Jujur saja, saya pernah akan disuap oleh salah satu keluarga pasangan mesum itu, dimana keluarga gadis yang masih duduk dibangku kelas II SMK itu, menawarkan uang damai Rp 1 Juta, tapi saya tolak, ” terangnya.

Dewasa ini moralitas remaja di Wonogiri terbilang menurun. Mereka berpacaran namun akhirnya kebablasan. Bahkan, di Kecamatan Baturetno dan Giriwoyo kerap muncul kasus-kasus kekerasan dan pencabulan anak di bawah umur. Bahkan kerap sekali menghiasi halaman koran lokal, bahkan muncul dilayar televisi nasional.

“Saya benar-benar prihatin, kok sekarang ini, moralitas anak remaja kian bobrok,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge