0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Baca Ini Dulu Sebelum Ambil Gambar Saat GMT

ilustrasi (merdeka.com)

Solo — Momentum Gerhana Matahari Total (GMT) yang jatuh pada tanggal 9 Maret nanti pastinya tidak akan disia-siakan oleh masyarakat. Pastinya, banyak diantara mereka yang akan memanfaatkan momentum langka ini dengan mengabadikan melalui kamera SLR maupun kamera telepon genggam. Namun masyarakat hendaknya perlu berhati-hati saat mengambil gambar gerhana terjadi karena dapat membahayakan perangkat yang digunakan.

“Kalau fotografer mungkin sudah faham mengatur kamera saat mengambil gambar gerhana, tapi bagi yang masih awam perlu hati-hati,” ungkap Pembina Observatorium Club Astronomi Santri Assalaam (CASA), A R Sugeng Riyadi, saat dihubungi wartawan, Minggu (28/2).

Menurut Sugeng, penggunaan telepon genggam jika langsung dihadapkan dengan GMT dengan prosentase 100 persen tidak akan bermasalah karena gelap. Tapi beda halnya jika mengambil gambar di Solo yang hanya mendapatkan jatah gerhana matahari sebagian.

Sugeng menyarankan jika ada masyarakat yang ingin mengabadikan momen GMT untuk mencoba langkah sederhana terlebih dahulu. Dengan cara melakukan trial kamera dari telepon genggam kearah sinar matahari secara langsung di hari sebelum GMT. Dengan begitu akan diketahui seberapa besar kapasitas kamera menerima terpaan cahaya yang berasal dari sumber energy di bumi. Sedangkan bagi pengguna kamera professional hanya memerlukan lensa zoom atau tele sebagai perangkat tambahan.

“Saya kira DSLR memakai tele 200 mm sudah bisa. Kalau pake HP(handphone) mungkin hanya akan menangkap bias cahaya,” jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Sugeng, gambar dengan hasil yang lebih maksimal adalah menggunakan teleskop khusus pengincar benda-benda langit. Selain kemampuanya yang mumpuni, akurasi visual yang dihasilkan pun lebih tajam. Kini di Indonesia tengah dikembangkan terkait teknik pengambilan gambar benda-benada langit yang disebut Astrofotografi. Dengan berkembangnya pengetahuan, benda-benda langit yang memiliki jarak jauh dengan tingkat pergeseran yang tinggi kini dapat ditangkap dari bumi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge