0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Optimis Gaet 2 Juta Wisatawan Tiongkok

Wisata di Bali (merdeka.com)

Timlo.net – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok yang datang ke Indonesia diproyeksikan berjumlah sekitar 2 juta orang pada 2016 ini. Meski pertumbuhan ekonomi Tiongkok sedang tertekan, pemerintah optimis bisa mencapai target tersebut.

“Kami tetap optimis, sekalipun tertekan, pertumbuhan Tiongkok masih sangat tinggi,” ungkap Menteri Pariwisata, Arief Yahya, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Minggu (28/2).

Dia mencontohkan, tahun 2014 saja, outbond Tiongkok yang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri setiap tahun itu 100 juta orang. Angka itu naik di 2015, dan menjadi turis terbesar di dunia saat ini. Karena itu semua negara banyak melakukan promosi pariwisata ke Negeri Tembok Raksasa itu.

“Yang masuk ke Indonesia baru 1 persen, sekitar 1,2 juta orang, masih terlalu kecil size-nya dibandingkan dengan potensi yang dimiliki oleh China,” kata dia.

Sementara Thailand, sesama negara ASEAN yang berada di sebelum utara Malaysia, sudah menembus 8 juta dari Tiongkok.

“Kita masih kalah jauh dari Thailand, kita harus belajar secara profesional dengan Thailand,” tandasnya.

Lantas, bagaimana hubungan antara Indonesia dan China sejauh ini?

“Kerjasama yang terjalin selama ini sangat baik. Presiden China Xi Jinping sudah tiga kali ke Indonesia, bertemu dengan Presiden RI. Terakhir April 2015 hadir di puncak perayaan Konverensi Asia Afika di Bandung. Saat itu, Presiden Joko Widodo sudah meminta secara khusus agar target 20 juta wisman Indonesia itu, 50 persennya, atau 10 jutanya berasal dari Tiongkok. Dan Presiden Xi pun mengiyakan, dengan angka itu. Kami ini yang sedang berjuang untuk merealisasikannya,” terangnya.

Menpar Arief Yahya pun menindaklanjuti pertemuan kedua pemimpin negara itu dengan bertemu Chairman China National Tourism Administration (CNTA) atau Menpar Cina, Li Jinzao. Tiga kali Arief berdialog khusus dengan Mr Li, di Baijing, Xian dan Kunming.

“Kami mendukung Silk Road atau Jalur Sutera-nya China. Mereka juga mensupport Jalur Laksamana Cheng-Ho yang dilauncing Indonesia,” tutur Arief.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge