0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

ISIS Ancam Bakal Bunuh CEO Facebook Dan Twitter

Dok: Timlo.net/ Komonews.
Jack Dorsey dan Mark Zuckerberg. (Dok: Timlo.net/ Komonews.)

Timlo.net— Berjanji untuk menghack 10 akun baru sebagai pengganti setiap akun yang dihapus, ISIS mengancam perusahaan dan jejaring sosial yang ada di internet. Khususnya, kelompok teroris ini mengancam hidup CEO Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Twitter Jack Dorsey dalam sebuah video baru.

Sebuah divisi atau afiliasi dari kelompok dengan sebutan Sons Caliphate Army, bersumpah untuk meningkatkan usaha mereka dalam memanfaatkan jejaring sosial untuk menyebarkan propaganda mereka. Kelompok itu mengaku telah menghack lebih dari 10.000 akun Facebook, lebih dari 5000 akun Twitter dan lebih dari 150 grup Facebook.

“Banyak akun ini telah diberikan kepada para pendukung dan jika Allah mengizinkan, sisanya akan didistribusikan juga,” kata grup itu dalam video.

Video itu juga menunjukkan foto Dorsey dan Zuckerberg dengan lubang peluru di kepala. Twitter memperoleh kritik beberapa waktu karena kasus pelecehan dan bullying yang marak di situs microblogging itu. Tapi Twitter terlihat lebih responsif terhadap kasus terorisme yang menggunakan sosial media itu.

Sejak pertengahan 2015, Twitter telah menghapus lebih dari 125.000 akun yang mempromosikan aksi terorisme terutama yang berkaitan dengan ISIS. Twitter juga membentuk tim yang bertanggung jawab untuk mengulas dan melaporkan aktivitas yang terkait terorisme di situs mereka.

Semua tindakan ini rupanya membuat para pendukung kelompok teroris itu marah, sehingga mereka merilis video berdurasi 25 menit itu.

“Untuk Mark dan Jack, para pendiri Twitter dan Facebook dan pemerintah mereka, kalian setiap hari mengumumkan banyak akun kami yang dihapus,” kata kelompok itu di video tersebut. “Dan untuk kalian, kami berkata: hanya inikah yang bisa kalian lakukan? Kalian tidak selevel dengan kami. Jika kalian menutup satu akun, kami akan menghack 10 akun sebagai balasannya, dan segera nama kalian akan dihapus setelah kami menghapus situs-situs kalian, Allah berkehendak dan akan tahu jika yang kami katakan benar,” tambah mereka.

Twitter tidak berencana menanggapi ancaman ini karena bahasa ancaman itu menjadi sesuatu yang begitu umum diterima, kata seorang juru bicara.

“Selamat datang ke dalam kehidupan kami sehari-hari,” kata juru bicara itu.

Sumber: TechTimes

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge