0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Program Plastik Berbayar Harus Diimbangi Solusi

dok.timlo.net/tyo eka
Ekonom UNS, Lukman Hakim PhD (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Ekonom Universitas Sebelas Maret (UNS), Lukman Hakim PhD menyatakan, Program Plastik Berbayar yang diluncurkan pemerintah harus diimbangi dengan solusi masalah penurunan omset yang dipastikan akan menimpa pabrik plastik.

“Program Plastik Berbayar cukup baik, untuk  mengedukasi masyarakat dalam penggunaan plastik yang dapat mencemari lingkungan,” ungkap Lukman kepada Timlo.net, saat bertemu di Kampus UNS, Solo, kemarin.

Saat ini ada kecenderungan penggunaan berbagai jenis plastik secara besar besaran untuk bungkus makanan maupun packaging makanan olahan baik pabrik besar maupun industri rumah tangga. Padahal, penggunaan plastik dapat mencemari lingkungan karena baru dapat terurai dalam jangka waktu ratusan tahun.

Namun Lukman juga meminta pemerintah membantu industri plastik mengatasi permasalahan agar tidak terjadi pemutusan hubungan tenaga kerja akibat penurunan omset produksi. “Mitigasi itu harus disiapkan pemerintah, pemerintah harus berpikir lebih konferenhenship. Ini harus dibantu untuk transformasi ke produk yang lain,” katanya.

“Kebijakan juga harus ditindaklanjuti dengan pembatasan penggunaan plastik untuk air mineral dan stereofom untuk makanan yang memiliki kontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge