0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pabrik Uang Palsu di Colomadu Digerebek

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Karanganyar — Pabrik uang palsu yang berada berada di Perumahan Fajar Indah Jalan Melati No 19/RT 07/RW XII, Kelurahan Baturan Colomadu Karanganyar digerebek polisi. Dari rumah tersebut polisi berhasil menyita uang palsu senilai ratusan juta rupiah.

“Petugas yang datang itu dari Kalimantan, sebelum menggerebek petugas meminta saya bertindak sebagai saksi dalam penggrebekan dan penggeledahan saat itu,” kata Petugas Keamanan Kompleks Jalan Melati, Pomo Sunaryo , Jumat (26/2).

Menurut petugas yang melakukan penggrebegan, kasus ini merupakan pengembangan temuan uang palsu di sebuah kamar kos di daerah Palaihari, wilayah hukum Polres tanah Laut, Kalimantan Selatan, senilai Rp 30 juta.

“Kata petugas itu, hasil penyelidikan polisi asalnya dari Colomadu,” kata Pomo.

Penggerebekan tersebut sempat membuat warga kaget. Pasalnya warga tidak mengira jika tempat itu dijadikan sebagai lokasi pembuatan uang palsu. Selama ini warga hanya mengetahui jika yang mengontrak di rumah tersebut adalah Gendut atau Gondrong yang memiliki usaha percetakan. Selama dua tahun tinggal di lokasi, gendut juga tidak pernah menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan.

“Yang tinggal hanya satu orang kalau yang lain itu cuman bolak balik aja ke rumah kontrakan itu, namun tidak lama,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun wartawan, penggerebekan ini berlangsung pada Selasa (22/2) pukul 11.30 WIB. Tiga orang di dalam rumah tersebut ditetapkan tersangka, yakni Dwi Warsono (25) dan Dio Alfiandi (26), warga Delanggu, Klaten; dan Dedi Saputra (34) warga Malangjiwan, Colomadu Karanganyar.

Saat penggrebekan tersebut petugas juga mengamankan 13 bendel upal bernominal Rp 130 juta dengan pecahan Rp 100 ribu, 200 lembar kertas HVS bergambar uang pecahan Rp 100 ribu, satu unit komputer dan satu unit printer. Petugas juga mengamankan tiga unit sepeda motor yang ada di tempat kejadian perkara.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Rohmat Ashari, mengatakan kasus tersebut saat ini menjadi kewenangan dari Polsek Palaihari Tanah Laut. Polres Karanganyar hanya bertindak untuk membantu penggerebekan saja. Dari keterangan para tersangka, mereka mengaku mampu mencetak upal bernominal Rp 300 juta dalam sebulan.

“Keuntungan tersangka mencapai Rp 40 juta-Rp 50 juta perbulan yang dibagi ke tersangka Dio dan Dwi,” kata AKP Rohmat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge