0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menteri Pariwisata Gunakan Istilah ‘Bali’ Untuk 10 Destinasi Baru

merdeka.com
Wisata di Bali (merdeka.com)

Timlo.net – Bali adalah ikon pariwisata Indonesia. Itu fakta yang tidak terbantahkan, karena 40 persen wisatawan mancanegara (wisman) masuk melalui gerbang pintu Pulau Dewata. Karena itulah Menpar Arief Yahya selalu menggunakan ikon “Bali” untuk menyebut 10 destinasi prioritas itu dengan istilah “10 Bali Baru.”

“Bali adalah destinasi yang sudah punya pamor di peta pariwisata dunia,” ungkap Menteri Pariwisata, Arief Yahya, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Jumat (26/2).

Apakah 10 titik tujuan wisata baru akan dibuat mirip Bali?

“Ya tidaklah. Masing-masing sudah punya karakter sendiri. Punya kombinasi alam dan budaya tersendiri,” jelas dia.

Istilah 10 Bali baru itu lebih untuk memberi tekanan, agar performance masing-masing daerah itu seperti Bali, yang setahun memiliki kunjungan 4 Juta wisman.

“Jika itu terjadi, Indonesia akan menjadi tujuan wisata yang tak ada habis-habisnya. Semua kota menyenangkan, penuh atraksi, mudah aksesibilitas dan lengkap amenitasnya,” kata Arief Yahya.

Istilah “Bali-Bali Baru” adalah kata dengan makna konotatif. Bukan makna yang sesungguhnya, atau orang biasa menyebut makna kiasan. Tetapi lebih ke performansi kunjungan wisman dan wisatawan nusantara (wisnus).

“Bahasa jelasnya, kami ingin target kunjungan besar, seperti Bali itu, pulau yang angka inbound nya paling besar di Indonesia. Saya ingin 10 destinasi itu besar-besar semua seperti Bali,” terangnya.

Jadi tidak menjadikan 10 destinasi itu menjadi Bali?

“Yang seperti Bali itu, jumlah wismannya, nilai devisanya, kreativitasnya, hospitalitynya, pertumbuhan ekonominya,” jelasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge