0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Tahun Beruntun Terjadi DBD, 56 Desa Berstatus Endemis

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Klaten — Dari total 401 desa/kelurahan di Kabupaten Klaten, sebanyak 56 desa/kelurahan tercatat sebagai wilayah endemis demam berdarah dengue (DBD). Hal itu berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten hingga pekan terakhir Februari 2016.

“Paling endemis di 56 desa/kelurahan. Berstatus endemis karena dalam tiga tahun berturut-turut terjadi kasus DBD di wilayah tersebut,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Kasi P2B2) Dinkes Klaten Wahyuning Nugraheni, Jumat (26/2).

Adapun lima besar kecamatan yang paling banyak berstatus endemis diantaranya, Kecamatan Prambanan (delapan desa), Wonosari (tujuh desa), Trucuk (enam desa), Klaten Utara (enam desa), dan Wedi (lima desa).

Disisi lain, akibat keganasan gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut ada tiga korban meninggal dunia. Antara lain, dua balita berasal dari Kecamatan Ngawen dan Jogonalan, serta seorang anak berusia tujuh tahun dari Kecamatan Ceper.

”Tiga angka kematian itu hingga pekan ke-8. Sedangkan total kasus sampai pekan ke-7 ada 145,” sebut Wahyunung.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Klaten Herry Martanto mengatakan, pencegahan DBD hanya dapat dilakukan oleh masyarakat itu sendiri melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

”Nyamuk DB itu nyamuk priyayi. Hanya berkembang biak dengan bertelur di kolam atau penampungan air yang bersih. Maka jentiknya harus diberantas supaya tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge