0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sepur Kluthuk Jaladara Berhenti Operasi, Ini Alasannya

dok.timlo.net/red
Sepur kluthuk Jaladara (dok.timlo.net/red)

Solo – Sudah lebih dari satu bulan ini, Sepur Kluthuk Jaladara tidak terlihat menyusuri jalur rel di Jl Slamet Riyadi. Usut punya usut, ternyata operasional kereta wisata itu dihentikan sementara lantaran ketel lokomotifnya sedang menjalani perbaikan.

“Penghentian operasional KA Jaladara sudah berlangsung sekitar sebulan lebih. Ketel harus didesain ulang supaya safety,” kata Pejabat Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (Daop) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto kepada wartawan, Jumat (26/2).

Desian ulang perlu dilakukan lantaran setiap beroperasi, ketel lokomotif penarik gerbong itu selalu terkena api dan bara sebagai akibat pembakaran bahan bakar kayu jati. Eko belum memastikan kapan perbaikan ketel lokomotif buatan tahun 1896 itu selesai dilakukan.

“Kami upayakan secepatnya. Perbaikan itu sebagai antisipasi agar kerusakan tidak menjalar ke bagian yang lain,” ungkap dia.

Ditanya apakah kerusakan disebabkan operasional sebanyak 86 kali dalam setahun sesuai kontrak antara PT KAI dengan Pemkot Solo, Eko membantahnya. Menurut dia, trayek Jaladara sebanyak 86 kali dalam setahun tergolong ringan. Terlebih, rute yang ditempuh juga relatif dekat yakni Stasiun Solo Purwosari – Stasiun Solo Kota PP.

“Kami kira jumlah trip selama setahun masih tergolong ringan. Tapi sekali lagi, kereta ini adalah heritage yang harus dilestarikan. Dan kami tidak ingin Jaladara rusak total,” ujar dia.

 

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge