0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bau Kotoran Hewan Ganggu KBM SD Pereng 1 Mojogedang

Atap salah satu ruang kelas SD Pereng 1 jebol (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Jarak antara SD Negeri 1 Pereng, Mojogedang, Karanganyar dan pasar hewan setempat sangat dekat. Keduanya hanya dibatasi tembok setinggi 1,5 meter. Akibatnya siswa terpaksa mencium kotoran hewan setiap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Kondisi itu bertambah buruk saat musim hujan karena bau kotoran semakin menyengat. Namun demikian, siswa-siswa tetap semangat belajar.,” kata Kepala SDN 1 Pereng, Sukamto saat ditemui wartawan, Kamis (25/2).

Sukamto mengatakan, rasa tidak nyaman karena mencium bau kotoran hewan ternak dari pasar hewan itu sudah cukup lama. Terlebih kondisi ruang kelas mulai dari tembok hingga eternit rusak.

”Kami berharap segera mendapat perbaikan dari pemerintah. Terutama tembok pembatas sekolah agar diberi pembatas lagi dengan pasar hewan. Serta memperbaiki eternit dan dinding sekolah yang rusak,” kata Sukamto.

Sekolah tersebut  terlahir kali direnovasi tahun 2008 lalu. Namun renovasi hanya sebatas memperbaiki genting sekolah. Sedangkan bangunan, masih bangunan lama. Komisi D DPRD yang melakukan peninjauan di sekolah itu meminta Pemerintah Kabupaten Karanganyar segera bertindak.

”Pemkab harus memasukkan perbaikan sekolah sebagai skala prioritas, tidak hanya perbaikan Alun-alun yang diprioritaskan” kata Ketua Komisi D DPRD Karanganyar Endang Muryani.

Senada diungkapkan anggota Komisi D DPRD, Siti Khomsiyah. Dia meminta agar perbaikan sekolah dianggarkan di APBD Perubahan.

”Karena ini untuk pendidikan, kita meminta segera menganggarkan di APBD Perubahan dan harus menjadi skala prioritas,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar Agus Haryanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap sekolah, apakah telah masuk dalam anggaran perbaikan tahun ini atau tidak. Jika tidak, maka akan dianggarkan di APBD Perubahan.

Terkait keluhan siswa terhadap limbah kotoran ternak, Agus segera melakukan koordinasi dengan Disperindagkop.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge