0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nekat Grand Opening, Toko Berjejaring Disikat

Toko modern berjejaring di Desa Somopuro, Jogonalan, Klaten dalam keadaan tutup (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten akan kembali melanjutkan validitas data terhadap sejumlah toko modern berjejaring. Hal itu menyusul sejumlah toko yang belum mengantongi ijin operasional.

“Ya kemarin Selasa (23/2) lalu baru 11 toko modern yang kita kroscek. Senin (29/2) mendatang akan kita lanjutkan kembali,” kata Kabid Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Klaten Sugeng Santoso, Kamis (25/2).

Senada disampaikan Kepala Satpol PP Klaten Slamet Widodo. Berdasarkan survei, lebih dari 20 toko berjejaring modern itu ditengarai ijinnya bodong. Bahkan pekan lalu pihaknya menghentikan grand opening sebuah toko modern di ruas Jalan Yogja-Solo, tepatnya di Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan.

“Ada Alfamart di Somopuro yang belum kantongi ijin tapi sudah grand launching. Lalu tak lama kemudian saya ditelpon lawyernya, ditanya kenapa dihentikan padahal dia mengaku sedang mengajukan proses perijinan. Nah itu saya jawab sedang proses, artinya kan ijinnya belum turun,” ujar Slamet.

Dari penelusuran Timlo.net, toko berjejaring modern yang terletak di ruas jalan sebelah selatan menuju Yogja itu sekarang dalam keadaan tutup. Sebelum mencapai toko itu, di daerah Tegalmas menuju Stasiun Srowot, juga berdiri toko serupa yang identik dengan warna merah marun tersebut.

“Penertiban PKL (pedagang kaki lima) dan toko berjejaring itu sama-sama resisten. Tapi seharusnya dengan manajemen modern mereka (toko berjejaring) taat aturan. Tapi kenyataannya disini enggak,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge