0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Razia Mandeg, PGOT Menjamur

timlo.net/nanin
Kepala Dinsosnakertrans Boyolali, Purwanto, siapkan lahan untuk rumah susun bagi buruh (timlo.net/nanin)

Boyolali — Lama tak ada operasi Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT), keberadaan mereka kembali tampak di beberapa titik. Seperti di Traffic Light Pertigaan Ngangkruk, Banyudono. Di lokasi tersebut, terdapat tiga PGOT yang meminta-minta. Ironisnya, salah satunya adalah ibu-ibu yang mengendong anak balita.

“Sudah lama mereka mengemis disitu, tidak tahu asalnya, biasanya pagi dan sore hari mangkalnya,” kata Waluyo, warga sekitar, Kamis (25/2).

Selain ibu yang mengendong anak balitanya, juga terdapat dua bapak-bapak yang meminta–minta di traffic light. Namun bila malam hari, muncul anak-anak punk yang mengamen di pertigaan Ngangkruk.

“Kalau di razia mereka menghilang, tapi beberapa hari kemudian muncul lagi,” ungkap Waluyo.

Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Boyolali, Purwanto, mengakui petugas seringkali harus kucing-kucingan saat razia digelar. PGOT yang mangkal di traffic light, tidak hanya berasal dari Boyolali, bahkan kebanyakan dari luar Boyolali. Selama ini, pihaknya sudah melakukan penangganan dengan baik, salah satunya dengan membawa ke penampungan dan memberikan pelatihan.

“Tapi ya gimana lagi, setelah dibina mereka kembali ke jalan, ” tambahnya.

Pihaknya menghimbau kepada pengguna jalan untuk tidak memberikan uang ataupun kepada pengemis. Langkah ini dilakukan, agar mereka tidak mangkal di Boyolali.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge