0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

500 Truk Melintas Setiap Hari, Jalur SSB Hancur

Jalur wisata SSB rusak parah, akibat dilalui truk-truk pasir yang mencapai 500-an tiap harinya (timlo.net/nanin)

Boyolali — Kondisi jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) atau jalur alternatif Boyolali-Magelang makin memprihatinkan. Kerusakan jalan kian merata di sepanjang jalan. Titik terparah berada di Desa Genting, Cepogo hingga Gebyok, Selo. Bila hujan, kondisi jalan sangat membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua.

“Kalau hujan airnya meluber ke jalan, banyak pengendara sepeda motor yang terpeleset menghindari genangan air,” kata Sariyem, warga Gebyok, Selo, Kamis (25/2).

Sariyem melanjutkan, selain diakibatkan hujan, kerusakan juga disebabkan truk-truk pasir yang melintasi jalur tersebut. Dalam sehari, ada 500-an truk pasir dengan muatan penuh melintasi jalur tersebut. Kondisi ini juga mengakibatkan jalur menjadi macet, pasalnya truk pasir melintas pelan-pelan dan berjalan beriringan.

“Tadi pagi malah tidak bisa dilalui, truk pasir lewatnya mencari jalan yang masih bagus, macet jadinya,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan, Sugito (45), akibat jalan yang rusak, juga berimbas pada anak-anak sekolah. Mereka sering terlambat sampai ke sekolah. Biasanya, dari Selo menuju Boyolali hanya butuh waktu 30-an menit, namun kini harus ditempuh satu setengah jam hingga dua jam.

“Macetnya ya dikarenakan truk pasir berjalan beriringan, bisa sampai 5 hingga 8 truk, antriannya kan jadi panjang,” imbuhnya.

Untuk mengurangi dampak jalan yang berlubang dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, Sugito bersama beberapa warga menguruk lubang dengan pasir. Langkah ini dilakukan tiap 30 menit, lubang kembali ditimbun.

“Kalau tidak ditimbun, jalanan seperti sungai kering,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge