0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Bakal Blok WhatsApp, Line Dan Layanan Sejenis

Dok: TImlo.net/ The Independen.
WhatsApp for PC. (Dok: TImlo.net/ The Independen.)

Timlo.net— Pemerintah Indonesia berencana untuk memblokir aplikasi over-the-top (OTT) yang gagal memenuhi aturan negara terkait BUT (Badan Usaha Tetap). Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika berkata mereka sedang menyelesaikan Peraturan Menteri yang berkaitan dengan kewajiban untuk layanan OTT untuk memiliki BUT yang berada di Indonesia. Peraturan ini akan dirilis pada bulan Maret 2016.

Dia berkata jika akan ada masa transisi untuk para pengembang OTT ini supaya mereka bisa berusaha memenuhi kewajiban. “Hukumannya mudah secara teknis, mereka akan diblokir oleh operator seluler,” katanya Rabu (24/2) dilansir oleh Bisnis Indonesia.

Rudiantara juga berkata mereka tidak ingin layanan OTT hanya membuka cabang di Indonesia. Tapi dia ingin mereka berkerja sama dengan bisnis lokal yang ada di negara Indonesia. Ada juga pilihan untuk membentuk joint venture atau kerja sama dengan operator seluler lokal.

Langkah ini diambil pemerintah untuk melindungi para pengguna di Indonesia. Peraturan ini, katanya juga untuk menambah potensi pajak di Indonesia yang berkurang karena layanan OTT bukanlah bisnis resmi di Indonesia.

Rudiantara mencontohkan bahwa iklan digital di Indonesia di tahun 2015 mencapai $430 juta. Pemerintah seharusnya mendapatkan PPN 10% dari nilai tersebut, di luar PPh Badan yang dikenakan untuk perusahaan.

Beberapa waktu lalu, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mendesak pemerintah untuk meblokir layanan OTT asing yang beroperasi di Indonesia tanpa menyumbangkan apapun ke negara. Layanan OTT asing ini dianggap hanya menggunakan Indonesia sebagai lahan untuk mendongkrak keuntungan mereka.

Ketua Mastel, Nonot Harsono berkata jika pertumbuhan OTT asing di Indonesia akan lebih signifikan, seiring dengan pertumbuhan pesat penggunaan smartphone dan di internet di negara. “Kebanyakan layanan OTT ini menjalankan bisnis mereka di Indonesia tanpa izin, seperti LINE, WhatsApp, Kakao Talk, Netflix, dan banyak yang lainnya. Mereka harus mengajukan izin dulu jika mereka ingin berjualan di sini,” katanya.

Dari 255, 5 juta penduduk Indonesia, sebanyak 72,2 juta merupakan pengguna internet aktif. Sementara itu, jumlah pengguna smartphone di Indonesia mencapai 308 juta.

Sumber: Tempo.co

 

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge