0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kandang Ayam Roboh, 5.000 Ayam Mati

timlo.net/agung widodo
Sri Harjono (44), dengan latar belakang kandang ayam yang telah porak-poranda (timlo.net/agung widodo)

Sragen — Nasib apes memang sedang dialami Sri Harjono (44), warga Dukuh Siwalan RT 4, Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Angin puting beliung menerjang kandang ayam miliknya, sehingga dia harus kehilangan sekitar 5.000 ayam yang siap panen.

“Padahal tinggal dua hari lagi mau dipanen. Sudah ada pembeli yang mau datang. Tapi tiba-tiba kemarin sore ada musibah angin ribut yang membuat kandang ayam saya ambruk,” kata Sri Harjono kepada Timlo.net, Rabu (24/2).

Jonet, panggilan akrabnya, menuturkan, dua kandang ayam miliknya nyaris rata dengan tanah saat angin puting beliung tiba-tiba datang pada Selasa (23/2) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Satu kandang berisi sekitar 10 ribu ekor ayam siap panen. Sementara satu kandang lagi memang masih kosong lantaran baru selesai direhab.

“Rencananya dua hari lagi ayamnya juga baru datang. Ada sekitar 10.000 ekor. Tapi belum diisi ayam udah ambruk duluan,” ungkapnya.

Kandang ayam yang berdiri di atas tanah bekas sawah itu berukuran 10 meter x 90 meter yang terbuat dari kayu dan bambu. Dari dua buah kandang itu saja Jonet mengaku menderita kerugian sebesar Rp 200 juta. Itu belum termasuk ayam yang mati sebanyak 5.000 ekor.

“Kerugian materi untuk kandang dua buah sekitar Rp 400 juta, kalau untuk ayam yang mati Rp 300 juta. Totalnya rugi Rp 700 juta,” ujarnya.

Jonet menambahkan, dia mulai beternak ayam sejak tahun 2000 silam. Paska bencana ini dia bersama warga Dukuh Siwalan bakal bekerja bakti membangun kembali kandang yang telah roboh tersebut. Sedangkan untuk memulai usahanya lagi, dia akan berusaha meminta bantuan pemerintah.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge