0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kantongi SLVK, Pasar Ekspor Furniture ke Eropa Terbuka Lebar

Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazzam Malik, mendukung eksportir produk kehutanan mengantongi sertifikasi dengan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK). Pasalnya, sudah delapan tahun pemerintah Inggris dan sebagian negara Uni Eropa mewajibkan sertifikasi SLVK.

“SLVK tidak hanya berusaha menjaga sumber daya alam, tapi juga mendukung produk Indonesia masuk ke pasar internasional khususnya Uni Eropa,” ucap Moazzam Malik saat mengunjungi Bappeda Klaten, Rabu (24/2) sore.

Dikatakan, seluruh negara di kawasan ASEAN, kecuali Indonesia, belum menerapkan program seperti SVLK yang ada di Indonesia. Padahal di Uni Eropa ada Europe Union Timur regulation dengan syarat itu. Mereka ingin melihat dari mana sumber kayu yang diperoleh, apakah legal atau tidak.

“Bahkan negara seperti Cina sudah mensyaratkan SLVK untuk kayu yang akan masuk ke negaranya. Hal itu saya temui dari pengakuan pengusaha di Boyolali dan Klaten,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rufi’l mengatakan, industri furniture Indonesia merupakan sektor usaha yang hampir 100 persen produknya menggunakan bahan baku lokal. Indonesia juga telah menandatangani kesepakatan sukarela bilateral Indonesia dengan Inggris dan Uni Eropa, yakni Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) dan segera akan melangsungkan perdagangan penuh produk kayu dengan Uni Eropa.

“Industri ini memberi dampak Multiplier 1,93, yakni pengaruh dari tiap kenaikan satu unit di sektor furniture akan meningkatkan output nasional sebesar 1,93 unit. Karena itu, ekspor furniture meningkatkan produksi nasional dan juga pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge