0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Eks Anggota Gafatar Tolak Jadi Buruh Pabrik

dok.timlo.net/nanin
Eks anggota Gafatar ditampung di Asrama Haji Donohudan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Tawaran pemerintah untuk mempekerjakan eks anggota Gafatar di pabrik, bakal tidak terealisasi. Pasalnya, sebagian besar eks anggota Gafatar menolak bekerja di pabrik. Mereka tetap ingin bertani, untuk mewujudkan ketahanan pangan seperti salah satu program utama Gafatar.

“Setiba di daerah nanti kami ingin bertani saja, tidak mau kerja terikat seperti di pabrik,” kata Kusyono (32) warga Purbalingga, ditemui di penampungan Asrama Haji Donohudan, Rabu (24/2).

Kusyono sendiri sudah dua tahun bergabung dengan Gafatar. Program ketahanan pangan Gafatar menarik dirinya untuk bergabung. Sebelum berangkat ke Kaltim, Kusyono mengaku bekerja serabutan. Satu tahun berada di Kutai, Kaltim, bersama dengan puluhan eks anggota Gafatar asal Jateng, membuat camp di Kampung Mendung, Kecamatan Muara Pahu, berdekatan dengan pemukiman warga Dayak. Kusyono mengaku hubungan dengan masyarakat setempat sangat baik.

“Kita bertani disana, mengarap sawah dan menanami sayuran, lahan kita sewa dari warga,” ceritanya.

Hal senada juga diungkapkan Zainudin (40), eks anggota anggota Gafatar asal Sumatera Utara, ingin segera pulang ke daerah asal dan hendak mengolah lahan pertanianya. Zainudin sendiri sudah satu bulan berada di Penampungan Asrama Haji Donohudan.

“Ada lahan disana, nanti diolah lagi,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge