0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Atasi DBD, Peran Pemkot dan Masyarakat adalah Kunci Utama

Untuk mengatasi DBD, dilakukan fogging atau pengasapan. (Foto Ilustrasi). (dok.timlo.net)

Solo – Kesigapan Dinas Kesehatan Kota (DKK) dalam mengantisipasi penyebaran serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) wajib ditingkatkan. Terlebih, sudah terdapat korban meninggal dunia dan 46 warga terserang DBD.

“Ini kan sudah siklus tahunan, harusnya DKK waspada ketika musim penghujan datang,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Surakarta Asih Sunjoto Putro, Rabu (24/2).

Pihaknya menilai, langkah antisipasi DBD tergolong minim. Padahal, peristiwa DBD sudah menjadi siklus tahunan. Selain itu, pengecekan dikawasan terjangkit DBD juga harus ditingkatkan.

“Harusnya ada langkah antisipasi,” jelas Asih.

Sebaliknya, solusi instan seperti penyemprotan fogging tak menyelesaikan masalah. Pasalnya kurang efektif dan hanya mampu membunuh nyamuk dewasa.

“Fogging kan tidak membunuh jentik nyamuk. Di sisi lain, ada persoalan pola di lingkungan masyarakat yang kurang memperhatikan hal itu,” katanya.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti menilai kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya sendiri juga masih tergolong kurang. Dirinya mencontohkan, kebiasaan menghemat air di bak mandi justru memicu berkembangnya jentik-jentik nyamuk.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat lebih peduli pada lingkungan masing-masing. Termasuk kerja bakti di lingkungan RT.

“Bisa jadi pula yang selama ini lingkungannya sudah bersih, tapi karena tetangganya kurang memperhatikan sehingga nyamuk-nyamuk pun menyebar. Ini kan juga jadi masalah,” katanya.

Pihaknya berharap, untuk mengatasi masalah DBD harud ada kerjasama baik dari pihak Pemkot maupun masyarakat. Disatu sisi Pemkot memberikan program pencegahan berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Dan disisi lain, peran masyarakat dari tingkat RT/RW terus melakukan usaha nyata memberantas jentik nyamuk.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge