0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketahanan Pangan di Jateng Terancam, Ini Penyebabnya

Apel Siaga Penyuluh 2016 ()

Solo — Makin minimnya tingkat ketertarikan kalangan muda di bidang pertanian menjadi ancaman serius di kawasan Jawa Tengah. Pasalnya, pertanian menjadi ujung tombak ketahanan pangan yang harus dimiliki di sebuah negara berdaulat.

“Ketertarikan kalangan muda (terhadap pertanian) ini sangat rendah. Mereka lebih memilih bekerja di sektor lain, ketimbang harus menjadi petani,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam kegiatan Apel Siaga Penyuluh 2016, Penyuluh Cerdas, Berintegritas untuk Desa Berdikari, di Graha Saba Buana, Banjarsari, Solo, Rabu (24/2) siang.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jawa Tengah tersebut, Ganjar menekankan supaya penyuluh di kawasan Jawa Tengah giat mengglorifikasikan ketahanan pangan di kawasan mereka bertugas. Tak hanya dari sektor pertanian semata, melainkan juga sektor perikanan maupun peternakan juga harus ditingkatkan.

“Jika peningkatan ini berhasil, maka bukan tidak mungkin kalangan muda akan tertarik kembali melirik sektor ketahanan pangan untuk dijadikan profesi mereka,” kata Ganjar.

Berdasarkan data yang dihimpun, produksi pertanian tahun ini mencapai 11,3 juta ton diseluruh Indonesia. Tahun depan, pemerintah meningkatkan target produksi sekitar satu juta ton menjadi 12 juta ton lebih.

“Intinya, peningkatan ketahanan pangan di Jawa Tengah ada pada penyuluh-penyuluh yang bertugas di wilayah tempat tugas mereka. Harapannya, mereka gigih dalam menjalankan tugas pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah,” tegas Ganjar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge