0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Permintaan Surat Berharga Syariah di Solo Tinggi

timlo.net/setyo pujis
Kepala cabang BRI Syariah Solo, Halomoan Marpaung (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Permintaan surat berharga syariah atau sukuk ritel 008 di Solo cukup tinggi. Hal itu karena sukuk ritel menawarkan keuntungan yang menjanjikan jika dibandingkan produk perbankan lainnya, seperti deposito maupun tabungan.

“Alokasi sukuk ritel 008 di Solo sebenarnya hanya Rp 3 Miliar. Namun karena permintaanya cukup tinggi sekarang sudah menyentuh angka Rp 5 Miliar,” ujar Kepala cabang BRI Syariah Solo, Halomoan Marpaung kepada wartawan kemarin.

Dikatakan, tingginya permintaan investasi sukuk ritel oleh masyarakat karena keuntungan yang ditawarkan menggiurkan. Yaitu pajaknya hanya 15 persen atau lebih rendah jika dibanding deposito yang mencapai 20 persen.

“Selain pajak rendah, suku bunga yang ditawarkan juga relatif lebih tinggi atau mencapai 8,3 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Dealer Treasury and International Banking Group Bank Syariah, Budi Kurniawan dalam kesempatan yang sama menuturkan, jika BRI Syariah secara nasional dipercaya pemerintah sebagai salah satu agen penjual sukuk ritel. Alokasinya pun terus meningkat jika dibanding tahun sebelumnya.

“Jika 2015 BRI Syariah mendapatkan jatah Rp 300 Miliar untuk penjualan sukuk ritel, pada 2016 ini meningkat menjadi Rp 350 Miliar,” terangnya.

Ia menyampaikan jika Solo memiliki potensi yang cukup tinggi untuk penjualan sukuk ritel. Bahkan dari total alokasi yang diberikan tersebut, mendapatkan jatah sukuk ritel Rp 3 Miliar hingga Rp 5 Miliar pada 2016.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge