0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Dilirik Petani, Target Produksi Jagung Terancam Tidak Tercapai

timlo.net/nanang rahadian
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Supram Naryo (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Produksi jagung di Kabupaten Karanganyar sulit mencapai target. Dari target 44.396 ton hanya saat ini baru tercapai 5.000 ton. Banyak faktor yang menjadi kendalanya. Salah satunya adalah sulitnya menambah luasan lahan karena tanaman jagung kurang diminati petani.

“Kita terus merealisasikan program swasembada Padi, Jagung, Kedele, Bawang Merah dan Cabe (Pajale-Babe) terus digalakkan,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Supram Naryo, Selasa (23/2).

Sejauh ini, lanjut Supram Naryo, baru produksi padi yang mencapai target. Pencapaian tahun 2015 bahkan melebihi taget dari 314.079 dapat terpenuhi 317.099 ton.

”Sayangnya, untuk produksi jagung sulit mencapai target. Target produksi di Kabupaten Karanganyar sebanyak 44.396 ton per tahun. Sejauh ini, target itu belum tercapai,” terang Supram Naryo.

Dijelaskannya, upaya untuk mencapai swasembada jagung terus dilakukan. Seperti halnya Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanam Terpadu (GP-PTT ) di Kecamatan Jumapolo yang saat ini sudah mencapai 5000 ton. Namun, angka pencapaian tersebut masih jauh dari target.

Diakuinya, sejumlah faktor menjadi kendala untuk mencapai target tersebut. Salah satunya sulit mengembangkan luasan lahan pertanian jagung. Pertanian jagung belum banyak diminati petani karena pamornya masih kalah dengan padi.

”Petani belum banyak melirik jagung. Sehingga luasan lahan tidak bisa berkembang,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge