0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Talud Ambrol, Petani Terancam Gagal Panen

timlo.net/nanin
Talud ambrol, ancam lahan pertanian di wilayah Guwokajen, Sawit (timlo.net/nanin)

Boyolali – Puluhan petak sawah terancam gagal panen karena tidak mendapatkan aliran air. Karena talud saluran air Bapatra sepanjang 50 meter di tengah areal persawahan di Desa Guwokajen, Sawit, ambrol.

“Saluran air meluap setelah hujan deras, taludnya tidak kuat menahan arus air,” ungkap Joko (34) petani setempat, Selasa (23/2).

Tidak kuatnya talud menahan luapan air, diduga ada yang nakal melubangi bagian bawah talud. Sehingga talud menjadi miring dan akhirnya ambrol. Tindakan nakal oknum petani tersebut, diduga karena kondisi sebagian areal pesawahan yang tergenang air sepanjang waktu. Tingginya air dalam saluran, mengakibatkan pemilik sawah kesulitan mengalirkan air ke sawahnya.

“Mungkin biar air mengalir, tapi akibatnya talud menjadi miring dan tidak kuat menahan arus air,” tambahnya.

Pihaknya berharap kerusakan talud segera diperbaiki. Pasalnya, talud yang ada sebagai penahan aliran air sehingga bisa mengairi areal persawahan. Setidaknya ada 25 petak sawah yang mengandalkan air dari saluran yang rusak tersebut. Tanaman padi di areal persawahan tersebut saat ini sedang masa berbulir sehingga membutuhkan air banyak.

“Kalau kurang air, nanti bulirnya bisa terganggu, bahkan kosong tidak ada isinya,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Sutrisno (58), petani lain, perbaikan sementara dengan memberi karung pasir, dinilai tidak bisa maksimal. Sementara untuk perbaikan total membutuhkan dana yang besar. Padahal, dengan kondisi musim hujan seperti ini, banyak petani yang kesulitan air, apalagi dimusim kemarau. Apalagi dengan curah hujan yang tidak menentu.

“Kalau tidak segera diperbaiki, kita bakalan kesulitan air,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge